banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

13 Anak Dibawah Umur “DICABULI”

13 Anak Dibawah Umur “DICABULI”
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menyampaikan press releasenya terkait pencabulan 13 anak dibawah umur Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun. (Foto : Humas Polda Kepri)
– Pelaku Doyan Sejenis.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Entah setan apa yang merasuki pikiran AM alias T (56) yang nekat melakukan tindak pencabulan terhadap 13 anak dibawah umur. Lebih tragis lagi, semua korban berjenis kelamin pria yang notabene sama dengan jenis kelamin pelaku.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga dalam press releasenya, Rabu, (10/01/2018), menerangkan 13 anak dibawah umur yang dicabuli masing-masing berinisial BH (17), ALF (15), KS (16), IV (17), RZ (13), AL (14), IS (13), UM (16), FR (15), AR (15), PE (16), RN (10), dan AP (15). Dengan wilayah kejadian terjadi di Kampung Baru RT 01/RW 03 Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

Erlangga mengatakan, aparat berhasil menguak aksi bejad AM berawal dari laporan dari Leli Asiroh Harahap, orang tua ALF, (04/01/2018) di SPKT Polres Karimun. Dari laporan tersebut dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka di Kampung Baru Kecamatan Tebing.

”Dari keterangan saksi korban maupun keterangan tersangka, tersangka telah melakukan perbuatan cabul di 5 (lima) TKP berbeda,” jelas Erlangga.

Tersangka, lanjutnya tidak tertarik lagi dengan lawan jenis. Bahkan tahun 2005 tersangka gagal memperistri seorang janda di Pulau Buru. Sejak saat itu tersangka tidak lagi tertarik dengan lawan jenis.

”Bahkan tersangka membenarkan telah melakukan pencabulan terhadap 13 korban,” katanya.

Perbuatannya dilakukan dengan cara menggunakan unsur bujuk rayu. Seperti memberikan imbalan rokok, diajak jalan-jalan dan memberikan sejumlah uang dengan jumlah pariatif, antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 dan disertai dengan ancaman dan tindakan kekerasan. Membuka paksa celana korban dan membekap badan korban.

Adapun upaya penanganan terhadap korban, adalah melakukan visum di RSUD Karimun. Melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Bersama dengan P2TP2A Karimun melakukan cek darah terhadap tersangka terhadap kemungkinan Infeksi HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual).

”Melakukan pemeriksaan psikologi untuk trauma healing kepada para korban oleh Bag Psikologi Polda Kepri bekerja sama dengan RSUD Karimun. Pemeriksaan kejiwaan/psikologi terhadap tersangka,” tutupnya.

Penanganan perkara tersebut telah sampai pada proses penyidikan dan pengembangan terhadap kemungkinan adanya korban lain yang belum teridentifikasi.

Saat ini, pelaku akan dikenakan pasal 82 (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar Rupiah).

Pelaku juga dikenakan Pasal 76E ,yang berbunyi setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. (SK-ZEK/R)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan