banner 740x400

banner 740x400

214.100 Benih Lobster Gagal Diselundupkan ke Singapura

214.100 Benih Lobster Gagal Diselundupkan ke Singapura
Tim Ditpolairud Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 44 Box atau 214.100 Benih Lobster, di perairan Berakit, wilayah Bintan, Provinsi Kepri. (Foto : Humas Polda Kepri)


214.100 Benih Lobster Gagal Diselundupkan ke Singapura
– Pelaku Sempat Diberi Tembakan Peringatan 3 Kali.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta SIK M.Si dan Tim, menyampaikan siaran pers di tentang penyelundupan 214.100 Benih Lobster. (Foto : Humas Polda Kepri)

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Tim Ditpolairud Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 44 Box atau 214.100 Benih Lobster, di perairan Berakit, wilayah Bintan, Provinsi Kepri, Kamis (7/11/2019). Saat ditangkap, speed boat pelaku hendak membawa benih Lobster tersebut ke Negara Singapura. Tim Ditpolairud langsung menghadang dan menghentikannya.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, mengatakan, pelaku berjumlah empat orang ini berangkat dari daerah Kuala Tungkal, Jambi, dengan menggunakan Speed warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4 X 300 PK.

Tim Ditpolairud Polda Kepri telah melakukan penyilidikan selama sebulan lebih, dapat mengamankan empat pelaku dengan inisial NH (sebagai tekong), MZ, RK dan JA sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta SIK M.Si, mengatakan, upaya penangkapan berlangsung dramatis, dengan mengerahkan dua unit Speed Boat Sea Rider, yang selanjutnya dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama bergerak sebagai pendahulu untuk memotong jalur speed boat para pelaku yang berkecepatan 55 Knot. Pengejaran terus terjadi selama 45 menit dari perairan Kijang sampai dengan memasuki perairan Berakit.

Selanjutnya, tim kedua melakukan pengejaran dan mencoba memberhentikan speed boat tersebut, namun tidak diindahkan. Selanjutnya tim memberikan tiga kali tembakkan peringatan dan pelaku behasil dihentikan, tepatnya di koordinat 01-14-652” N-104-43-657″.

Pelaku berikut barang bukti dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan pelaku menerima upah sebanyak Rp 150.000.000,- sekali melakukan pengiriman.

”Ditpolairud Polda Kepri melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Batam untuk melepasliarkan Benih Lobster tersebut,” ujar Benyamin Sapta.

Di lokasi yang sama, Kepala Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Batam, Anak Agung Gede Eka Susila S.Pi M.Sc, mengatakan, pihaknya memberi apresiasi atas keberhasilan dalam mencegah terjadinya penyelundupan Benih Lobster ini.

Untuk Barang Bukti Lobster telah dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui re-oksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus, pada masing-masing dus terdapat 28 kantong plastik dan setiap plastik berisi 200 ekor benih, total keseluruhan 214.100 ekor benih, yang terdiri dari 18.000 ekor jenis Lobster Mutiara dan 196.000 jenis Lobster Pasir, dan selanjutnya Benih Lobster akan dilepasliarkan di perairan Pulau Abang Batam.

Kerugian Negara dari hasil penyelundupan Benih Lobster diperkirakan sekitar Rp 33 Miliar lebih, dengan harga pasar Benih Lobster jenis Mutiara mempunyai nilai ekonomis antara Rp 250.000 sampai dengan Rp 300.000 per ekor, sedangkan jenis Lobster Pasir antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per ekor.

Barang Bukti yang diamankan 1 (satu) Unit Speed Boat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk Mercury 3 X 300 PK dan Benih Lobster sebanyak 44 (empat puluh empat) kotak atau sebanyak 214.100 ekor. Pelaku dijerat dengan pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia no 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp. 1.500.000.000. (Wak Rans/R)

Click to rate this post!

[Total: 1 Average: 4]

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan