4 Prajurit TNI Tewas Tertembak “6 ALAMI LUKA BERAT di NATUNA”

4 Prajurit TNI Tewas Tertembak “6 ALAMI LUKA BERAT di NATUNA”
Prajurit TNI saat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Natuna. (Foto : Ist)
– Latihan Pasukan “REAKSI CEPAT”, Libatkan 5.900 Prajurit TNI.
– Jelang Kedatangan Presiden Jokowi.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Berita Duka Cita, Innalillahi Wainailahi Rojiun, 4 (empat) Prajurit TNI Tewas Tertembak Senjata Kanon Giant Bow 23mm dan 6 (Enam) mengalami luka berat, saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017, di Stelling Yon Arhanudri 1/Kostrad, Hari ini Rabu, (17/05/2017), Pukul. 11.21 WIB.

Dari informasi yang diperoleh saat ini, dimana kronologis kejadiannya adalah ketika DRONE melintas di atas Stelling ARH, masing-masing pucuk melakukan penembakan. Kemudian pucuk 8 mengalami Los kendali pada penyekat kiri, yang mengakibatkan penembak tidak dapat mengendalikan pucuknya, lalu Elevasi turun, kemudian membabat ke arah Pukul 9 pada posisi pucuk 7 dan 6.

Akibat kejadian tersebut, 4 Personel TNI meninggal dunia dan 6 lainnya mengalami luka berat. Berikut ini disampaikan nama-nama korbannya :

1. Pratu Marwan, meninggal Dunia Pukul 12.22 WIB di RSUD dan saat ini di kamar Jenazah.

2. Praka Edy, meninggal dunia dalam perjalanan karena kehabisan darah.

3. Pratu Ibnu Hidayat, meninggal dunia

4. Danrai Kapten Arh Herubelum, masuk ke RSUD. Informasinya meninggal dunia.

5. Pratu Bayu Agung, paha sebelah kanan luka kena percikan peluru (Sedang dievakuasi ke RSU).

6. Serda Alpredo Siahaan, mengalami kecelakaan dengan Jari tangan kanan putus dan paha kamar luka kena percikan peluru (Sudah dievakuasi ke RSU)

7. Prada Danar, Paha kanan luka kena percikan peluru (Sudah dievakuasi ke RSU)

8. Pratu Ridai, Lutut kaki kiri kena serpihan peluru (Dirawat di Tenda Kes lapangan)

9. Pratu Didi Hardianto, Luka tangan kiri kena serpihan peluru (Dirawat di tenda lapangan)

10. Sertu Blego Switage, Tangan kiri dan Perut luka kena serpihan peluru.

Panglima TNI Tinjau Kesiapsiagaan Pasukan “REAKSI CEPAT”

Sebelumnya diberitakan, Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo, meninjau pelaksanaan geladi bersih kesiapsiagaan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017, di Tanjung Datuk, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin, (15/05/2017).

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan, disambut Pangdam I/ BB Mayjend TNI Cucu Sumantri, Danrem 034/ WP Brigjen TNI Fachri, Staf Ahli Panglima TNI Brigjen TNI Raharyono, Danlanud Natuna Kolonel Pnb Azhar, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana, Kapolres Natuna AKBP C.P. Sinaga dan Bupati Natuna Hamid Rizal.

Setiba di Natuna, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang didampingi Kasad, Kasal, Wakasau dan Pangkostrad selaku Direktur latihan, langsung meninjau pelaksanaan geladi bersih kesiap-siagaan operasi PPRC TNI tahun 2017, di Tanjung Datuk, Natuna.

Sebelum menyaksikan geladi bersih latihan PPRC TNI, Panglima TNI dan rombongan menggunakan Heli Super Puma TNI AU dari Pangkalan Udara (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna meninjau lokasi pembaretan para Gubernur Se – Indonesia, di Pantai Teluk Buton Tanjung Datuk, Natuna.

Kemudian, Panglima TNI meninjau tempat Pasukan Pendarat Amfibi untuk melaksanakan pertempuran laut, di Pantai Sengiap Natuna.

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan dengan menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis) TNI meninjau kesiapan dan menyaksikan gelada bersih demonstrasi latihan PPRC TNI tahun 2017, yang akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Mei 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, dan diakhiri peninjauan ke lokasi Aula Kartika.

Kemudian berangkat kembali ke Bandara Lanud Raden Sadjad Natuna, pada Pukul 14.00 WIB. Panglima TNI beserta rombongan Take Off Menuju Lanud Halim Perdana Kusuma menggunakan Pesawat Boing TNI AU A – 3705.

Personel TNI yang dilibatkan berjumlah ± 5.900 prajurit, baik penyelanggara maupun pelaku latihan PPRC TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrad), Satuan Tugas Laut (Satgasla), Satuan Tugas Udara (Satgasud), Satuan Darat (Satrad) lanjutan, Satuan Manover Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) dan Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin).

Sementara itu, alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dikerahkan dalam latihan PPRC TNI ini melibatkan tiga angkatan antara lain, TNI AD 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, 6 unit Meriam 155 Cesar, 6 unit Meriam 76, 9 unit Giant Bow Arhanud, 2 Unit Heli Kopter MI 17, 2 unit Heli Kopter MI 35, 10 unit Heli Kopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard, 1 unit Recovery Tank, 1 unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 Sea Rider, 3 unit Panser Anoa Mo, 1 unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski dan 2 unit Kapal Motor Cepat (KMC). TNI AL 1 KRI Kelas Sigma, 1 KRI Kelas LPD, 1 KRI Kelas Parchim, 4 Sea Rider, 5 Tank Amfibi BMP3F, 8 Panser Amfibi BTR50 M dan TNI AU 1 FLT PTTA (Skd 51 Spo), 4 FLT BTU, 4 FLT SUL, 9 Psw C-130, 2 Psw Cn-295, 1 Heli Kopter FLT Standby SAR.

Tentang kanon Giant Bow 23 mm dapat dilihat di http://www.indomiliter.com/type-80-giant-bow-23mm-kanon-perisai-bandara-soekarno-hatta/

(Puspen TNI/PM-Nard)

 

Tags: , , ,
banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan