banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

72 Siswa Gagal Masuk SMPN 3 Meral “ORANG TUA DEMO”

72 Siswa Gagal Masuk SMPN 3 Meral “ORANG TUA DEMO”
Para orang tua calon siswa yang gagal masuk ke SMP Negeri 3 Meral, Kabupaten Karimun. (Foto : Wak Fik)


72 Siswa Gagal Masuk SMPN 3 Meral “ORANG TUA DEMO”

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Sebanyak 72 calon siswa gagal masuk ke SMP Negeri 3 Meral, Kabupaten Karimun. Hal tersebut dikarenakan kuota daya tampung sekolah tersebut minim, sehingga orang tua peserta didik yang mendaftarkan anaknya, yang tidak diterima, melakukan aksi Demo, Kamis, (05/07/2018).

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Meral, Dra Abriany M.M, mengatakan, untuk pendaftaran PPDB tahun 2018, pihaknya menghabiskan formulir sebanyak 222 lembar, namun yang diterima formulir pendaftaran hanya 150 lembar saja.

“Itu sesuai dengan koata dari pusat. Berarti ada 72 lembar formulir yang tidak kita terima dan dikembalikan,” ujar Abrianty, saat diwawancarai awak media ini.

Dia mengatakan, dalam melakukan pengecekkan nilai tes tertulis, serta nilai Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN), dari 222 siswa yang awalnya untuk penerimaan, hanya 150 siswa sesuai jalur Zonasi, jalur khusus dan jalur prestasi.

Meskipun banyak yang minat untuk masuk, namun pihak sekolah tidak bisa menambah untuk siswa baru. Jumlah ruangan kelas kita cuma ada 5 saja dan daya tampung perkelas 30 murid saja. Jadi Jumlah siswa yang diterima hanya 150 siswa dari 222 orang yang mendaftar.

“Kita sudah bekerja keras dan berjuang. Setelah kami diskusikan, maka kami berupaya agar tidak terlalu banyak siswa yang disaring. Oleh karena itu, kita juga bekerjasama dengan sekolah swasta, untuk itu kita memutuskan agar orang tua calon murid yang tidak diterima di sekolah ini agar mendaftar anak ke sekolah swasta,” ujarnya.

Pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin, untuk dapat membantu calon peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikannya disana, dan dia berharap untuk 72 calon siswa yang tidak lulus masuk tersebut, agar bisa berbesar hati.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin demi peserta didik. Untuk yang tidak lolos jangan berkecil hati, karena masih banyak sekolah Swasta lainnya yang dapat menjadi tempat belajar untuk melanjutkan pendidikan, yang penting jangan sampai anak-anak ini tidak bersekolah,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto, mengatakan, kita dari kepolisian hanya menjaga, agar situasi tetap aman dan kondusif.

Ia juga mengatakan, sebelum menetapkan peraturan, seharusnya pihak Dinas sudah terlebih dahulu menghitung kekuatan dari masing-masing sekolah. Menurutnya, ini menjadi masalah, karena di Kecamatan Meral sendiri hanya memiliki 3 SMP Negeri.

“Wilayah Meral hanya memiliki tiga SMP Negeri, yakni SMP 1 Meral, SMP 2 meral, dan SMP 3 Meral. Seharusnya sudah merekap, serta menghitung kekuatan dari masing-masing SMP tersebut,” ujar Kapolsek.

“Sedangkan yang lulus SD kan banyak dari mana saja, dan ini perlu di kalkulasikan. Sebelum pendaftaran, saya melihat yang mana SMP yang kuotanya masih kurang dengan daya tampungnya,” tambahnya.

Kapolsek berharap, agar Dinas Pendidikan di tahun depan, sebelumnya mendata kuota daya tampung disetiap sekolah-sekolah negeri dan mengusulkan ke pusat, agar bisa diberi tambahan kuotanya.

“Agar anak-anak yang berprestasi bisa masuk ke sekolah Negeri,” pungkasnya. (wak fik)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan