banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Abang Kandung Aniaya Adik Hingga Tewas

Abang Kandung Aniaya Adik Hingga Tewas
Kasat Reskrim Polres Naruna AKP Hendrianto SH MH, saat mengamankan pelaku dugaan pembunuhan adik kandungnya. (Foto : Bernard Simatupang)


Abang Kandung Aniaya Adik Hingga Tewas
– Badan dan Tangan Korban Disayat.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Entah apa sebabnya, BS (39), warga Jalan H Imam Ismail, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, tega menghabisi nyawa adik kandungnya, DK (37), di kediamannya, 24 Oktober 2018 lalu.

Sebelum dihabisi, pelaku yang masih serumah dengan korban, terlebih dahulu menyayat tangan dan badan korban. Darah pun mengalir di sekujur tubuh korban.

Jasad korban yang sehari-hari berprofesi Konsultan Proyek ini, ditemukan kakak iparnya berlumuran darah penuh sayatan di tangan dan badan. Tubuhnya tergantung di atas jendela kamar. Temuan ini, membuat warga setempat geger.

Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Naruna AKP Hendrianto SH MH, dan Kasat Intel Polres Natuna IPTU Swis Swol Stan, saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan ini, mengatakan indikasi pelaku mengarah pada abang kandung korban, setelah polisi mempelajari peristiwa yang terjadi, serta dari hasil penyelidikan yang dilakukan Kepolisian, ada keganjilan dari kematian korban.

”Korban DK diduga tidak sepenuhnya bunuh diri, melainkan ada motif yang mengarah kepada tindak pidana pembunuhan,” ujar Nugroho Dwi Karyanto.

Untuk bisa menentukan seseorang sebagai tersangka, perlu bukti yang kuat, agar tidak salah dalam menentukan status tersangka. Setelah semua akurat, akhirnya pada tanggal 12 September 2019, pelaku BS kita jemput dan digelandang ke Mapolres.

“Setelah melakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap saksi-saksi dan didukung dengan alat bukti lainnya, akhirnya kita menetapkan BS (39) sebagai tersangka. Walaupun tersangka tidak mengakui perbuatannya, kita sudah mengantongi alat bukti yang kuat, bahwa tersangka melakukan pembunuhan,” ujar Nugroho.

Saat ini kita sudah mengantongi sejumlah alat bukti yang kuat, diantaranya surat dokter forensik yang menyatakan, bahwa korban meninggal karena benda tumpul pada bagian leher. Kemudian dari hasil jejak digital elektronik pada alat bukti Hand Phone dan Laptop ditemukan percakapan antara korban dan tersangka pada malam sebelum kejadian.

“Selain itu, berdasarkan alat Lie Detector, menyatakan bahwa tersangka banyak memberikan pernyataan bohong. Juga ditemukan keganjilan atas meninggalnya korban, yaitu dengan adanya sayatan dibadan, tangan dan kepala yang disebabkan benda tajam,” imbuhnya.

Atas kasus ini, tersangka dijerat Pasal 338 juncto Pasal 340 yang berbunyi, ”Barang siapa yang dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana (“moord”), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

Hingga saat ini proses pengembangan dugaan pembunuhan masih terus berlanjut, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang terlibat.

“Untuk itu saya berharap kepada rekan-rekan media maupun masyarakat, jika ada mengetahui sekecil apapun terkait kasus ini, mohon diinformasikan ke Polres Natuna untuk dijadikan sebagai alat pendukung,” harap Nugroho mengakhiri. (nard)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan