banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Ada Gayus Tambunan “ALA DESA KELONG BINTAN PESISIR”

Ada Gayus Tambunan “ALA DESA KELONG BINTAN PESISIR”
Sa'adah berdiri di pintu. Arifin, suami Sa'adah berbaju hijau. (Foto : Tim Sijori Kepri)
– Warga Desa Kelong Keluhkan PBB Yang Tidak Disetor.

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Jika di Jakarta ada Gayus Tambunan, di desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, juga ada. Walau modusnya berbeda dan angkanya tidak ada apa-apanya dibandingkan Gayus Tambunan yang sesungguhnya. Namun untuk masyarakat sekelas desa, tentu sangat terasa.

Masyarakat Desa Kelong, Bintan Pesisir mengeluhkan terkait sebagian pajak PBB mereka yang tidak disetorkan oleh petugas pemungut, walaupun mereka sudah membayar kepada oknum yang dipercaya sebagai pemungut pajak tersebut. Hal tersebut diungkapkan beberapa warga kepada SIJORI KEPRI.COM, di Desa Kelong, Jum’at, (13/04/2018).

Dari beberapa wajib pajak di Desa Kelong yang berhasil dijumpai secara acak, diantaranya, Damak, yang sudah mendekati usia 90 tahun, mengungkapkan bahwa ia selalu membayar tiap tahun, kepada pemungut (K dan R), yang merupakan suami istri.

“Kami tak pernah telat untuk bayar pajak, bahkan kami memberikan sebagai uang jalan kepada pengutip,” ungkap Damak.

Hal senada juga dikatakan ibu Sa’adah, salah seorang wajib pajak, yang juga menjadi korban penyelewengan Pajak Bumi dan Bangunan ini. Sa’adah mengatakan, kejadian ini sangat merugikan daerah, dan negara.

“Saye bayar tiap tahun, dan diberi uang jalan lagi, walau due tige ribu saje. Tapi tidak diberi kwitansi, hanya dicataat di buku saje,” terang Sa’adah.

Sa’adah mengatakan lagi bahwa, ada informasi kalau kedua oknum tersebut akan dipanggil Kades, dan bermusyawarah bersama RT/RW, untuk menjelaskan duduk perkara, agar tidak ada permasalahan yang semakin memburuk terhadap warga.

“Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua oknum tersebut dipanggil,” katanya.

Sementara Pjs Kepala Desa Kelong, Nurma Kurniawati, saat itu juga dikonfirmasi, namun tidak mengangkat selularnya.

Arifin, suami dari Sa’adah, dengan kesal mengatakan, bahwa penyelewengan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, dah harus ditindak. Apalagi di Desa Kelong ini penduduk yang wajib pajak mencapai 400 kk lebih, dan itu belum termasuk yang berada di pulau seberang, yaitu Tengger.

“Kami mau segera mereka berdua diproses hukum. Nanti kami akan lapor ke pihak kepolisian, biar dipertanggungjawabkan perbuatannya ini,” kata Arifin.

Arifin menceritakan, pada awal ia membayar pajak pada tahun 1999, ia percaya kepada oknum pemungut yang suami istri itu, namun setelah ada pos pembayaran PBB di Desa Kelong, baru terungkap bahwa ada catatan tahun-tahun yang tidak disetor.

“Petugas di pos pajak tiak bisa menerima pembayaran pajak di tahun 2018, kecuali dibayarkan pajak di tahun-tahun sebelumnya yang menunggak. Tentu kami terkejut,” kata Arifin lagi.

Ditempat terpisah, saat bertemu warga yang lain, Surati, juga mengungkapkan dengan kesal, ulah pengutipan ini. Padahal ia sudah percaya kepada kedua oknum ini yang berstatus suami istri.

“Kita terkadang didesak harus bayar saat ini juga, walaupun tak ada pegang uang saya harus pinjam ke tetangga,” ucapnya dengan kesal.

Sumber lain, Laode, menceritakan kepada SIJORI KEPRI.COM, bahwa ia juga menemui KR dan R, dimana R sebagai istri juga ikut membantu memungut pajak PBB tersebut. Namun katanya, R sudah menyerahkan uang tesebut kepada suaminya, KR, untuk disetorkan ke Kantor Pendapatan dan Retribusi Daerah yang ada di Kijang.

“R tidak mau mempertanggungjawabkan uang itu, karena sudah diserahkan kepada suaminya, KR,” kata Laode.

Kemudian lanjut Laode, R meminta kepada suaminya untuk menunjukkkan buku catatan warga yang sudah membayar, agar jelas semuanya.

“Namun K mengatakan, buku tersebut sudah dimakan rayap,” jelas Laode.

Data yang berhasil dilihat dari beberapa wajib pajak, tercatat pajak yang harus dibayar mulai dari tahun 1999-2018. Namun mulai tahun 2001, hingga 2009, banyak yang kosong, dan hanya ada1, 2, atau tiga tahun saja yang dibayar. Dan rata-rata untuk tahun 2016, kebanyakan kosong, bahkan ada yang 2015-2016 kosong juga. Masing masing wajib pajak catatanya berbeda-beda dan bervariasi. (Tim Sijori Kepri)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan