banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Alias Wello Makin Dipastikan “TINGGALKAN JABATAN BUPATI”

Alias Wello Makin Dipastikan “TINGGALKAN JABATAN BUPATI”
Bupati Kabupaten Lingga, H Alias Wello, saat FGD Pulau Bakung di Hotel Harmoni Batam. (Foto : Istimewa)


Alias Wello Makin Dipastikan “TINGGALKAN JABATAN BUPATI”
– Maju Ke DPD RI.

SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Bupati Lingga, Alias Wello, dipastikan akan segera hengkang dari jabatannya sebagai Bupati Lingga. Tinggal menunggu waktu untuk bertarung, dan hasil dari pertarungan akan membawanya duduk di kursi DPD RI pada 2019 mendatang, atau malah sebaliknya.

Untuk itu, persyaratan pendaftaran sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah diberikan Awe (sapaan akrab Bupati Lingga, Red) ke KPU Provinsi Kepri beberapa waktu silam.

Kemudian, menyusul informasi yang diterima SIJORIKEPRI.COM pada Minggu siang. Awe dikabarkan menyambangi RSUP Kepri, tepatnya, Jumat, (06/07/2018).

“Kemarin Pak Awe datang kesini untuk tes kesehatan,” kata pria yang merupakan salah satu tim penilai hasil tes kesehatan RSUP Provinsi Kepri, yang tidak mau namanya disebutkan, melalui sambungan selular, Minggu, (08/07/2018).

Adapun tes yang dijalani Awe, kata dia, meliputi test fisik, yaitu pemeriksaan kesehatan fisik berupa pemeriksaan laboratorium, radiologi dan jantung, kemudian pemeriksaan narkoba dan test kesehatan rohani.

Menurutnya, tes kesehatan yang dilakukan Awe saat itu berjalan dengan baik dan tidak ada masalah dengan hasilnya.

“Jika ada masalah, tentunya laporan sudah masuk kepada tim. Semua hasil tes yang sudah dijalani beliau, masuk kategori baik dan memenuhi syarat sebagai calon anggota DPD RI,” ungkap pria tersebut.

Sementara, untuk tingkat kesulitan bagi calon yang akan menjalani tes, dijelaskannya, bahwa yang paling sulit adalah tes kesehatan rohani.

“Lima ratus lebih soal pertanyaan harus dijawab dengan konsisten oleh para calon, jika tidak konsisten dengan jawaban, akan secara otomatis diulang kembali, dan tes itu memang menuntut sebuah konsistensi dari jawaban,” ungkapnya.

Februari 2019, Awe Pastikan Tidak Jabat Bupati Lagi

Bupati Lingga, Alias Wello, memastikan Februari 2019 mendatang, dirinya tidak menjabat Bupati Lingga lagi. Hal ini bukan karena ada kontrak politik, melainkan niat tulus ingin mundur.

”Mundur dari jabatan itu bukan hal yang istimewa betul. Jabatan Bupati itu bukan hebat betul. Sudah aku kaderkan pada orang lain. Kita besar itu bukan karena jabatan,” ujar Bupati, yang akrab disapa Awe ini, beberapa waktu lalu.

Kader yang dimaksud Awe, adalah Wakil Bupatinya, M Nizar. Secara perlahan, Nizar, telah mampu menjalankan roda pemerintahan secara maksimal. Saat tiba waktunya, Awe memastikan Nizar-lah yang akan melanjutkan kepemimpinan.

”Kita bisa meletakkan kader itu yang hebat, untuk meneruskan kepemimpinan ini,” kata Bupati yang selama ini aktif mengembangkan sektor pertanian Lingga tersebut.

Mengapa bulan Februari 2019, Awe memastikan tidak menjabat Bupati, karena tepat tiga tahun kepemimpinannya bersama M Nizar.

”Tiga tahun telah cukup bagi saya membangun Lingga. Semuanya telah kita lakukan,” kata Awe.

Selama kepemimpinannya, Awe mengaku telah menyiapkan pedoman kerja pemerintahan secara maksimal. Pedoman itu adalah Platform pembangunan, menetapkan arah dan fokus pembangunan daerah, serta menyiapkan kader sebagai penggantinya.

”Semua telah kita siapkan. Tidak ada yang belum kita lakukan. Karena itu, jabatan ini bukan sebagai jabatan yang istimewa,” kata Awe.

Seperti diketahui, Alias Wello yang pernah menjabat Ketua DPRD Lingga pertama tahun 2004-2009. Sejak 17 Februari 2016, ia terpilih menjadi Bupati Lingga berpasangan dengan M Nizar. Pria kelahiran Dabo Singkep, 7 Januari 1963 ini, telah memasuki tahun ketiga menjabat Bupati Lingga.

Awe dikenal dekat dengan masyarakat, khususnya Lingga. Bahkan, saat menjalankan tugas pemerintahannya selama ini, telah banyak penghargaan yang ia raih, seperti, Sertifikat Konvensyen Dunia Melayu Dunia Islam Ke 6 Pusat Antar Bangsa Melaka (2005), Sertifikat Diklat Profesional Pusat Pengkajian Pembangunan dan Keuangan Negara (2006).

Selain itu, Awe juga pernah meraih sertifikat sosialisasi putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (2005), sertifikat Participant Forum Nasional Menggagas Kunjungan Lapangan Yang Berkualitas, Menuju Optimalisasi Peran DPRD Kabupaten/Kota (2007), dan penghargaan lainnya. (sim/zek)

 

Tags:
banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan