banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

AMPD Anambas Laporkan Bawaslu Ke Kacabjari Natuna

AMPD Anambas Laporkan Bawaslu Ke Kacabjari Natuna
Fitra Hadi, Devisi Advokasi AMPD, bersam Kasubsi Pidum Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Ade Suganda SH, di Kantor Cabjari Natuna di Tarempa. (Foto : Rohadi)

banner 740x400

banner 740x400


AMPD Anambas Laporkan Bawaslu Ke Kacabjari Natuna
-Terkait Dugaan SPT Fiktif.

ANAMBAS, SIJORIKEPRI.COM — Hingga saat ini, komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Anambas belum bersedia mundur dari jabatan. Padahal, Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) telah mencium lembaga ini diduga melakukan Surat Perintah Tugas (SPT) fiktif.

Sebelumnya, AMPD telah turun ke jalan. Aksi yang mereka lakukan juga diikuti komponen masyarakat. Namun, aksi belum membuahkan hasil. Karena itulah, AMPD kembali membuat gebrakan.

Lembaga ini melaporkan komisioner Bawaslu ke Kejaksaan Negeri Ranai di Tarempa, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tarempa, Senin, (1/07/2019), bersama dengan penyerahan berkas laporan dan sejumlah alat bukti.

Laporan tersebut secara resmi diserahkan Ketua AMPD, Asril Masbah, kepada Kasubsi Pidum Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa, Ade Suganda SH, di Kantor Cabjari (Kacabjari) Natuna di Tarempa, Senin, (1/7/2019).

Ketua AMPD Asril Masbah, menyebutkan, langkah yang dilakukan karena pihaknya menduga ada unsur pidana pada SPT yang berkaitan dengan keuangan negara yang diduga fiktif.

“Kita sudah melakukan pengecekan, terhadap SPT tersebut, salah satu Panwascam yang seperti di surat mengaku tidak pernah dikunjungi pada hari tersebut,” kata Asril.

Tambah dia, menganggap ada tindak pidana khusus korupsi. Ini merupakan pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk melihat jauh ke dalam penggunaan anggaran di Bawaslu.

“Dari informasi media massa, bahwa anggaran Bawaslu sebesar Rp 9 miliar,” Katanya.

Sementara itu, Kasubsi Pidum Pidsus Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Ade Suganda SH, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat.

“Kita telah menerima laporan dari masyarakat dan akan disampaikan ke pimpinan. Kita akan meminta petunjuk dari pimpinan terkait masalah ini,” ucapnya.

Terpisah, salah satu korban pelapor inisial PK berharap penagak hukum agar segera menyelidiki kenerja Bawaslu.

“Saya sangat kecewa, saya melaporkan pelanggaran Pemilu pada 17 April lalu tidak jelas sampai saat ini. Sementara alat bukti yang saya serahkan sampai saat ini masih di tangan Bawaslu,” ungkapnya.

Sementara itu, Fitra Hadi, Devisi Advokasi dan Data, sangat menyayangkan sikap Komisioner Bawaslu Anambas mengihindar dari massa AMPD saat unjuk rasa di halaman kantor Bawaslu.

“Surat Perintah Tugas yang diduga fiktif tersebut merupakan perbuatan yang tidak mencerminkan badan negara yang diberikan kehormatan dan kewenangan dalam mengawas, serta menindak pelanggaran Pemilu. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus oleh penegak hukum,” sebutnya.

Dikatakannya, meskipun nantinya tidak ditemukan kerugian negara, Komisioner Bawaslu Anambas harus dapat disangkakan perbuatan dugaan rekayasa dan penipuan terhadp publik melalui kewenangannya, serta tindakan perbuatan Maladministrasi.

“Jika perbuatan rekayasa SPT tersebut dapat dibuktikan oleh pihak kejaksaan melalui keterangan dari Panwascam, maka secara moral komisioner Bawaslu Anambas harus segera diberhentikan, agar tidak menimbulkan konflik baru di Pilkada 2020 mendatang,” tegasnya.

Fitra juga berharap, kepada pihak Panwascam yang terdaftar dalam SPT Komisioner Bawaslu tersebut untuk jujur agar tidak terlibat persoalan hukum.

“Semoga saudara-saudara di Panwascam dapat memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Jabatan Panwascamkan sudah berakhir, jadi jangan ikut-ikutan terlibat dalam dugaan rekayasa SPT itu,” harapnya. (rd)

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan