banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Aparat Tengah Usut Kasus Pemukulan Febri Pratama

Aparat Tengah Usut Kasus Pemukulan Febri Pratama
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendrie Alie S.IP MH. (Foto : Humas Polres TPI)


Aparat Tengah Usut Kasus Pemukulan Febri Pratama
-Kasat Reskrim Bantah Kasus Ini Didiamkan.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendrie Alie S.IP MH, membantah belum ada proses pemeriksaan terhadap kasus pemukulan yang dialami Febri Pratama (14), anak dari Suratul Infal, warga Jalan Suka Ramai, Kampung Sidomukti, RT 1/RW 2, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang.

Hingga saat ini, katanya, sebanyak enam (6) orang telah diperiksa atau ditangani dalam bentuk Berkas Pemeriksaan Perkara (BAP). Bahkan, pihak Polres Tanjungpinang, telah menetapkan tersangka dan yang bersangkutan telah diperiksa.

”Tidak benar kalau pihak korban mengklaim bahwa kasus ini tidak diproses. Karena, kita telah melakukan pemeriksaan. Kita telah menetapkan tersangka,” tegas Efendrie Alie melalui sambungan telepon, Minggu, (12/5/2019).

Efendrie Alie menambahkan, tidak ada temuan hidung patah dalam kasus pemukulan, seperti dikatakan orang tua korban, Suratul Infal. Karena, dari Hasil Visum et Repertum Febri Pratama dari Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri di Tanjungpinang yang telah diserahkan ke Polres Tanjungpinang, menyimpulkan hidung korban tidak patah.

”Yang ada hanya cedera luka atau lecet saja. Jika orang tua korban mengatakan hidung anaknya patah, itu tidak benar. Karena hasil Visum et Repertum Febri Pratama dari rumah sakit menyatakan tidak ada patah,” katanya.

Terpisah, Suratul Infal, orang tua Febri Pratama, mengatakan tidak ada niat untuk meragukan kinerja aparat polisi yang menangani kasus pemukulan anaknya. Namun, karena belum ada kejelasan penanganannya, ia lantas mendatangi sijorikepri.com.

”Sebagai orang tua, saya prihatin terhadap kasus yang dialami anak saya. Karena saya belum dapat informasi perkembangan penanganan kasus oleh polisi, maka saya mendatangi wartawan. Ternyata, penanganan kasusnya telah dilakukan. Saya minta maaf atas ketidaktahuan ini,” kata Suratul Infal.

Pria ini menambahkan, polisi juga telah melayangkan surat pemberitahuan padanya terkait penanganan kasus ini. Ada dua surat yang dilayangkan. Yang pertama nomor B/50/IV/2019/Reskrim tentang pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan.

Surat ditandatangani Kaurbin Ops Inspektur Polisi Satu, Edy Endrianis, yang ditembuskan pada Kapolres Tanjungpinang, Pengawas Penyidikan ini menyimpulkan laporan pengaduan telah diterima dan akan dilakukan penyidikan selama 60 hari dan jika diperlukan waktu perpanjangan penyidikan akan diberitahukan lebih lanjut.

Guna kepentingan penyidikan, Polres telah menunjuk Bripka Alfredo Tampubolon dan Bripka Dewi Chrisma Lasmaria, Bamin Unit PPA Sat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Selain itu, Polres Tanjungpinang juga memberitahukan pada pihak keluarga korban tentang pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan melalui surat nomor B/58/V/2019/Reskrim. Dalam surat ini, disampaikan Polres telah mengambil langkah melakukan permintaan keterangan terhadap Febri Pratama, korban, Shahibus Shadiqi, dan pelaku Supriyanto.

Dalam surat ini, Polres juga memberitahukan akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang berhubungan dengan perkara ini, serta melakukan gelar perkara. Surat ditandatangani Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP EfendAli SIP MH.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suratul Infal, warga Jalan Suka Ramai, Kampung Sidomukti, RT 1/RW 2, Kelurahan Pinang Kencana, mengaku tidak puas terhadap kinerja aparat Polres Tanjungpinang.

Pasalnya, hampir tiga minggu, berkas laporan pengaduan penganiayaan yang dialami anaknya, dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTLP/56/IV/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI, tertanggal 18 April 2019, tidak kunjung diproses.

”Biasanya, kalau kita lapor polisi, langsung diproses. Tapi, hal itu tidak terjadi pada saya. Hampir tiga minggu, pengaduan saya belum juga diproses polisi. Kita merasa tidak puas dengan kinerja aparat,” ujar Suratul Infal, di ruang redaksi sijorikepri.com, Jumat, (10/05/2019) malam.

Pengaduan penganiayaan anaknya, bermula keributan yang terjadi antara anaknya, Febri Pratama (14), dengan Sudik, tetangganya. Entah apa penyebabnya, orang tua Sudik berinisial SY, diduga tidak terima hal ini. Ia diduga menghajar Febri. (Wak Zek/Wir)

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan