banner 740x400

banner 740x400

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh, Kepala Mahasiswa Cedera dan Berdarah

Demo Mahasiswa Berujung Ricuh, Kepala Mahasiswa Cedera dan Berdarah
Ratusan mahasiswa, yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tanjungpinang-Bintan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kepri. (Foto : Patar Sianipar)


Demo Mahasiswa Berujung Ricuh, Kepala Mahasiswa Cedera dan Berdarah

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Ratusan mahasiswa, yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tanjungpinang-Bintan, menggelar aksi unjuk rasa menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di kantor DPRD Provinsi Kepri, Senin, (23/9/2019).

Awalnya, aksi berjalan lancar, tertib dan teratur. Hampir seluruh anggota DPRD Kepri, ikut berbaur dengan mahasiswa. Bahkan, Ketua DPRD Kepri sementara, Lis Darmansyah, memberanikan diri berdiri bergabung di tengah kerumunan mahasiswa.

Kepada wakil rakyat, mahasiswa minta agar mereka bisa masuk ke dalam ruangan Kantor DPRD Kepri. Namun, karena DPRD hendak melaksanakan paripurna, keinginan mahasiswa tidak dikabulkan.

”Mohon maaf, DPRD Kepri ingin melaksanakan paripurna. Teman-teman mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi di depan kantor saja. Saya akan panggil seluruh anggota DPRD Kepri bergabung dengan teman-teman,” ujar Lis Darmansyah.

Selang beberapa saat, sebagian besar anggota DPRD Kepri, berdatangan ke lokasi aksi. Dengan serius, wakil rakyat yang baru menjabat ini mendengarkan aspirasi mahasiswa. Setelah mendengarkan, wakil rakyat Kepri ini lalu kembali masuk ke dalam, untuk menghadiri paripurna yang telah diagendakan.

Melihat anggota DPRD Kepri masuk inilah, ratusan mahasiswa langsung berdiri. Mereka nekat memaksakan diri untuk masuk ke dalam kantor DPRD Kepri. Melihat kondisi yang mulai memanas ini, aparat polisi langsung mengambil sikap siaga.

Tiba-tiba saja, barisan mahasiswa yang berada paling depan mendorong blokade polisi. Desakan ini berujung terjadi kericuhan. Dan, terjadilah aksi saling dorong antara aparat dengan mahasiswa.

Dalam insiden ini, salah seorang mahasiswa, diketahui bernama Irfan, mengalami cedera. bagian belakang kepalanya mengeluarkan darah. Darah tersebut sangat jelas terlihat, karena tangan kirinya ikut terkena darah.

Beruntung, Irfan cepat diselamatkan. Ia dibawa ke bagian belakang lokasi aksi dan beberapa temannya segera melarikannya ke rumah sakit.

“Kami disini mewakili rakyat, menolak keras atas revisi Undang-undang KPK,” ujar salah seorang mahasiswa, di depan gedung DPRD Kepri.

“Jadi, kami meminta kepada pimpinan DPRD Kepri, untuk menyatakan sikap, bahwa Kepri menolak revisi UU KPK ini, dan segera menyurati pemerintah pusat,” tambahnya.

Ada enam butir pernyataan sikap mahasiswa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kepri. 1. Mengutuk keras segala upaya pemerintah, DPR RI untuk melemahkan KPK dan meminta DPR RI dan Presiden membatalkan revisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. 2. Meminta pemerintah pusat, DPR RI dan Presiden untuk membatalkan pimpinan KPK terpilih yang bermasalah, karena akan berdampak pada kinerja KPK di masa depan.

Sikap lainnya, 3. Mengutuk keras dan menolak segala bentuk pelemahan KPK karena akan berdampak pada penanganan tindak pidana korupsi di Kepri. 4. Meminta DPRD Kepri untuk menyurati pemerintah pusat agar menolak pelemahan KPK dengan membatalkan revisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

5. Meminta DPRD Kepri membuat pernyataan secara terbuka di depan mahasiswa atas nama mahasiswa, masyarakat Kepri terhadap pelemahan KPK, dan meminta pemerintah pusat untuk membatalkan revisi UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. 6. Meminta komitmen DPRD Kepri untuk serius mengawasi Pemerintah Daerah Provinsi Kepri, agar Kepri bersih dari tindak pidana korupsi. (Wak Tar)

Click to rate this post!

[Total: 1 Average: 5]

Tags: ,
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan