banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Diduga Memeras, Oknum Wartawan “DIAMANKAN POLISI”

Diduga Memeras, Oknum Wartawan “DIAMANKAN POLISI”
Ilustrasi : Oknum Wartawan peras pengusaha hiburan. (Foto : Net)


Diduga Memeras, Oknum Wartawan “DIAMANKAN POLISI”

SIJORIKEPRI.COM, JAWA TIMUR — Diduga melakukan pemerasan, oknum salah satu wartawan di Surabaya, berinisial SM diamankan polisi. Pasalnya, SM diduga mencoba meminta uang damai ke manajemen tempat hiburan.

Kasus ini bermula dari viralnya sebuah berita di portal media atau berita online BR beberapa waktu lalu. Isi berita itu menyebut adanya sebuah tempat karaoke di Kota Delta yang dijadikan tempat mesum.

Bahkan dalam foto yang disertakan dalam berita tersebut, ada seorang perempuan tidak memakai celana dengan dikelilingi para pria di salah satu ruangan tempat hiburan di depan perumahan Taman Pinang Indah.

Oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo ditelusurinya. Hasil penyelidikan petugas menemukan fakta lain. Lokasi tempat karaoke itu tidak sesuai dengan tempat yang diberitakan.

Namun polisi justru mendapat laporan dari manajemen tempat hiburan yang merasa dirugikan isi berita yang sudah ditayangkan. Dalam laporannya, manajemen mengaku ada oknum media online yang mencoba memeras. SM, pembuat berita yang sempat menjadi viral disebut-sebut sebagai pelakunya.

“Setelah kami tindaklanjuti, beberapa saksi sudah dimintai keterangan soal berita yang dimuat oleh media online tersebut,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, di Sidoarjo, kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya memutuskan untuk menahan SM dengan dikuatkan sejumlah barang bukti berupa screenshoot isi berita, beberapa lembar printout screenshoot WA dan lainnya dari ASM. Prilaku pribadi SM sudah memenuhi unsur pidana.

“SM mengajak ketemuan dengan pengelola tempat hiburan dan meminta pengelola tempat hiburan menyediakan uang senilai Rp 15 juta, dengan asumsi tidak diberitakan di tiga media online yang ada atau disebar ke lainnya,” ungkap Himawan BA menceritakan.

Lulusan Akpol 1995 itu mengungkapkan, penyidik sudah mengantongi dua alat bukti yang menguatkan perbuatan pelaku. Sejumlah pihak dalam gelar perkara, juga dilibatkan sebelum mengambil keputusan soal status yang bersangkutan.

“Jadi, proses penanganan dan hukumnya sudah dijalankan sesuai prosedur yang ada,” imbuhnya.

Mantan Kapolres Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah itu menjelaskan, dalam penanganan kasus soal pemberitaan di media, sudah pernah berkoordinasi dengan Dewan Pers.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya meminta pertimbangan. Sebab, ada UU yang mengatur kebebasan pers.

“Dewan Pers merekomendasikan adanya proses hukum diluar undang-undang pers,” sebutnya.

“Dalam kasus ini, yang bersangkutan akan di jerat Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) UURI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI No 11 tahun 2008 tentang ITE yang ancaman hukumannya selama-lama 6 tahun,” tegas mantan Kasubdit IT dan Cyber Crime Bareskrim Polri itu menutup. (Muh)

 

Tags: ,
banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan