banner 740x400

banner 740x400

Dinkes-PPKB Lingga “GELAR JUMPA PERS”

Dinkes-PPKB Lingga “GELAR JUMPA PERS”
Saat jumpa pers Lingga dengan kepala Dinas kesehatan Lingga. (Foto : Puspandito)

SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Terkait permasalahan obat-obatan di beberapa Rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Lingga yang dikeluhkan masyarakat akhir-akhir ini, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, pada Selasa, (08/08/2017), menggelar jumpa pers.

Kepala Dinkes-PPKB Kabupaten Lingga, M Syamsu Rizal, mengatakan kepada awak media, jika kita dikatakan kekurangan obat memang benar. Sejak saya datang diawal Januari 2017 lalu, saya telah dipanggil Anggota DPRD bahwa, ada 200 macam lebih alat medis Bekas Habis Pakai (BHP) yang kosong di Kabupaten Lingga. Termasuk sarung tangan, Masker, cairan infus, aboket, infus set dan kantong darah.

Namun dirinya telah melakukan berbagai upaya, guna menangani permasalahan obat ini. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengan anggaran, dibutuhkan proses panjang dan tidak boleh di langgar. Selain itu, pada tahun 2015 Kabupaten Lingga mengalami Defisit anggaran, sehingga membuat pihak rumah sakit tidak dapat membeli stok kebutuhan obat-obatan serta Alat Medis habis pakai. Di tahun 2016 kita gagal lelang, karena kita kehilangan kepercayaan dari pihak ke tiga.

“Awal saya datang kesini, beberapa stok Alat Medis Habis Pakai kosong, bahkan kita kehilangan kepercayaan dari pihak ketiga. Setelah melakukan beberapa upaya dengan menghubungi pihak Provinsi Kepri hingga Dirjen di Kementerian Kesehatan pusat, akhirnya Kabupaten Lingga kembali mendapatkan bantuan dan respon positif dari Penyedia obat atau pihak ketiga,” ungkapnya di Kantor Dinas Kesehatan Lingga, di Dabo Singkep, Selasa, (08/08/2017).

Dilanjutkan, Setelah melakukan beberapa upaya dengan menghubungi pihak Provinsi Kepri, hingga Dirjen di Kementerian Kesehatan pusat, akhirnya Kabupaten Lingga kembali mendapatkan bantuan dan respon positif dari Penyedia obat atau pihak ketiga.

“Alhamdulillah, yang saya perjuangkan membuahkan hasil, bahkan saya menjamin jika tidak di bayar, saya akan gunakan uang pribadi saya,” terangnya.

Dilanjutkan, terkait kosongnya obat di Rumah sakit saat ini, ada beberapa kendala dalam hal pengimputan data yang menggunakan sistim digital. Prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama, kita harus melalui e-Katalog untuk mendapatkan beberapa obat yang disiapkan pemerintah pusat.

Katanya lagi, untuk hal ini, dirinya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) terlebih dahulu dari pada dana APBD, ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada pusat, agar serapan anggaran dari Dana DAK tersebut dapat terserap maksimal.

“Dalam prosesnya membutuhkan waktu empat bulan paling cepat. Namun sekarang, semua sudah terpenuhi. Untuk kekurangan lainnya, akan kita lakukan lelang. Untuk Kepri sendiri, kita dan Bintan mendapat serapan terbaik dalam penggunaan obat, dan itu sudah di akui pusat,” sebutnya.

Sementara itu, tambahnya, untuk penggunaan pemenuhan kebutuhan lainnya melalui dana APBD, pihaknya hari ini sudah melakukan lelang dan proses itu akan segera terealisasi secepatnya. Kesimpulannya, dengan perjuangan dan memulai pendataan dari Nol ini, Pemerintah Kabupaten Lingga dapat menarget bahwa ditahun 2018, persoalan obat ini akan segera terselesaikan.

Selain itu, juga ada beberapa strategi dalam persoalan keluhan masyarakat terhadap pelayanan masyarakat ini, yang saat ini banyak terjadi di RSUD Encik Maryam, Daik Lingga.

“Akan kita Evaluasi personil disana, dan kita menargetkan tahun ini RSUD Encik Maryam, sudah berstatus BLUD sama dengan RSUD Dabo,” imbuhnya. (SK-Pus)

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan