banner 740x400

banner 740x400

Ditpolairud Polda Kepri Amankan Empat Tersangka 30,8 Kg Sabu

Ditpolairud Polda Kepri Amankan Empat Tersangka 30,8 Kg Sabu
Kabid Humas Polda Kepri, S Erlangga, didampingi Dirpolairud Polda Kepri, Benyamin Sapta dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri C.P. Sinaga, menyampaikan Konferensi Pers Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu 30,8 Kg Jaringan Internasional, di Mapolda Kepri, Batam. (Foto : Humas Polda Kepri)

Ditpolairud Polda Kepri Amankan Empat Tersangka 30,8 Kg Sabu
– Ini Modus Operandinya.

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Ditpolairud Polda Kepri berhasil mengamankan 4 (empat) orang tersangka, Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu 30,8 Kg Jaringan Internasional, Inisial IS (43) dan Inisial SY (34), Inisial PT alias D (30) dan Inisial NS (33), Jumat, (23/8/2019), sekira pukul 06.00 WIB.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga dengan didampingi Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta SIK M.Si dan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP C.P. Sinaga SIK MH, pada Konferensi Pers yang digelar di Mapolda Kepri, Batam, Senin, (26/8/2019).

Kronologis kejadiannya, lanjut Erlangga, pada hari Jumat tanggal 23 Agustus 2019 sekira pukul 06.00 WIB, penyidik Ditpolairud Polda Kepri melakukan patroli di perairan perbatasan antisipasi masuknya Narkoba ke wilayah Batam.

“Sekira pukul 08.45 WIB dijumpai 1 (satu) unit Speed Boat dengan membawa penumpang 2 orang, dan dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Speed Boat tersebut berlayar dari OPL (Out Port Limit) tujuan Batam, kemudian dilakukan pemeriksaan barang-barang milik 2 (dua) orang Inisial IS dan SY tersebut, ditemukan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu, yang dibungkus dengan menggunakan plastik warna kuning emas, merk Guanyinwang sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus, disimpan di dalam 4 (empat) buah ember oli,” ungkap Erlangga.

Modus operandi, jelas Erlangga, dimana para tersangka IS dan SY berangkat menuju johor Malaysia menggunakan jalur resmi dan menginap selama 1(satu) hari. Keesokan harinya mereka menemui Inisial AP status DPO dan Inisial PT status DPO warga Malaysia di wilayah Pantai Sungai Rengit, Malaysia, yang sudah mempersiapkan kapal speed boat berisi barang berupa 4 (empat) ember oli atau gemuk yang isinya diganti dengan sabu.

Setelah itu IS dan SY berangkat menuju salah satu kapal tanker di daerah OPL, cara yang dilakukan merupakan kamuflase dari para pelaku, yaitu seolah-olah mereka adalah sebagai salah satu teknisi di kapal tersebut.

Selanjutnya Penyidik Ditpolairud bersama dengan Dit Resnarkoba Polda Kepri melakukan pengembangan kasus berupa control Delivery, dan berhasil mengamankan tersangka lain, dengan inisial PT alias D, yang sedang berada di pantai Bengkong untuk menunggu narkotika jenis sabu tersebut datang, lalu akan dibawa ke salah satu ruko di wilayah Botania, Nongsa Batam, dengan menggunakan Mobil Lancer warna Merah.

Pengembangan berlanjut mengarah ke lokasi tempat penampungan barang tersebut di wilayah Botania, dan berhasil mengamankan tersangka Inisial NS yang bekerja sebagai karyawan tokoh milik AP (DPO).

Peran NS sendiri adalah penerima barang dan menaruhnya di mobil Innova Hitam. Dan dari keterangan para pelaku mereka telah melakukan pekerjaan pengiriman sabu dari Malaysia sebanyak 5 (kali), mulai dari awal tahun 2019. Dengan menerima upah sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah).

“Tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 4 (empat) orang, Inisial IS (43 tahun) dan Inisial SY (34 tahun) yang berperan sebagai pengambil barang dari Malaysia, Inisial PT alias D (30 tahun) berperan sebagai pengambil barang dari IS dan SY di wilayah Bengkong Batam, Inisial NS (33 tahun) berperan sebagai penerima barang dari saudara PT alias D di Ruko Botania 1 Nongsa,” jelas Erlangga.

Barang Bukti adalah 30 (tiga puluh) bungkus plastik warna kuning emas merk Guanyinwang berisikan serbuk Kristal diduga narkotika jenis sabu, dengan berat 30.837 gram atau 30.8 kg, 4 (empat) buah ember merk Duckhams, 1 (satu) unit pompa air merk shimizu, 2 (dua) Paspor, baju wearpack warna merah dan biru, 4 (empat) unit Handphone dan 2 (dua) unit Mobil yaitu Innova hitam dan Lancer merah.

“Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun,” pungkasnya. (Wak Rans/R)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan