banner 740x400

banner 740x400

Dokter dan Perawat Lingga Ikuti “WORKSHOP PENANGANAN ORANG KELAINAN JIWA”

Dokter dan Perawat Lingga Ikuti “WORKSHOP PENANGANAN ORANG KELAINAN JIWA”
M. Syamsu Rizal, Kepala Dinas Kesehatan Lingga. (Foto : Puspandito)

SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr. Muhammad Samsul Rizal, mengatakan, pentingnya penangganan khusus bagi penderita kelainan jiwa di daerah ini. Hal ini berdasarkan data Dinkes Lingga, ada 115 orang saat ini di Lingga dengan kelainan jiwa yang harus ditangani dengan baik oleh dokter dan perawat.

Untuk itu, dirinya memberikan apresiasi terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang telah melakukan workshop untuk penangganan orang gila di Kabupaten Lingga.

“Perawat dan dokter di setiap Puskesmas diajarkan untuk merawat dan mendiagnosa penyakit kelainan jiwa atau Schizophreni pada workshop ini. Kedepanya diharapkan, para dokter dan perawat di Lingga, dapat menangani sendiri masyarakat Lingga yang mengalami kelainan jiwa,” ungkapnya, Senin, (10/04/2017), kemarin.

Pada workshop ini para peserta, kata Samsul Rizal, tidak hanya dibekali pengetahuan tentang melakukan diagnosa dan penannganan orang gila. Namun, para peserta juga diberikan pengetahuan dasar tentang penanganan orang yang mengalami depresi.

“Karena berdasarkan data, penyakit depresi jumlahnya yang paling tertinggi di dunia. Depresi merupakan bibit penyakit kelainan jiwa, jika tidak ditangani dengan segera,” terangnya.

Workshop yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 10 dan 11 April ini, lanjut Samsul Rizal, menghadirkan nara sumber dari IDI, Mayor (kes) Wahyudi, yang merupakan Kepala Bagian Jiwa Departemen Kejiwaan Rumah Sakit Auri di Yogyakarta, dan Adil Candra Skep yang merupakan dosen di Poltekes.

“Di workshop ini, para dokter dan perawat diajarkan bagaimana untuk menanggani dan merawat orang berkelainan jiwa, sesuai dengan kondisi pasien tersebut,” paparnya.

Ditambahkan, Dengan mengetahui cara perawatan dan pengobatan orang dengan kelainan jiwa, diharapkan dapat menekan jumlah angka penderita jiwa di Kabupaten Lingga. Tidak perlu ada rumah sakit jiwa sebenarnya, jika para dokter dan perawat mengetahui bagaimana cara penangganannya.

“Kesembuhannya, juga dipengaruhi oleh dukungan dari keluarga serta masyarakat setempat,” unggahnya. (SK-Pus)

Tags: ,
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan