banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

DPMD Natuna Gelar Kegiatan “FASILITASI INPUT DATA APBDes”

DPMD Natuna Gelar Kegiatan “FASILITASI INPUT DATA APBDes”
Kepala Dinas PMD Natuna, Indra Joni, membuka kegiatan Fasilitasi Input Data APBDes 2018. (Foto : Bernard Simatupang)

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar kegiatan Fasilitasi Input Data APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) 2018, bertempat di Aula Pertemuan Sekretariat Klinik Keuangan Desa, Batu Hitam, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin, (22/01/2018).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas PMD Natuna, Indra Joni, dengan didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Perangkat Desa DPMD Fadli, dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Perangkat Desa, Andri Yudi.

Kadis PMD, Indra Joni, dalam sambutannya mengatakan, bahwa tahun ini Dana Desa dari Pusat untuk seluruh Desa di Natuna mengalami penurunan sekitar Rp 3 milyar. Tahun 2017 lalu sebesar Rp 57,1 milyar, sedangkan tahun 2018 ini hanya sekitar Rp 54,3 milyar.

“Begitu juga dengan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun kemarin berjumlah Rp 71 milyar, sedangkan tahun ini hanya Rp 54 milyar, terjadi penurunan hampir 20 persen,” ujarnya.

Indra Joni menegaskan, seluruh Desa di Natuna diharapkan segera menyusun APBDes, sehingga transfer dana ke Desa juga bisa dipercepat.

Apalagi, kata dia, Natuna merupakan Kabupaten tercepat yang menerima transfer dana desa dari Pemerintah Pusat, bila dibandingkan dengan 4 Kabupaten lain yang ada di Kepulauan Riau (Kepri).

“Dari 5 Kabupaten di Kepri, kita ini yang tercepat, ini harus tetap kita pertahankan. Saya harap seluruh Desa di Natuna bisa segera menyusun APBDes, biar cepat pula ditransfer,” tegas Indra Joni.

Bahkan kata Indra Joni, meski berada diujung utara NKRI, namun beberapa Desa di Natuna sudah mampu bersaing dengan 74.843 Desa diseluruh Indonesia, dengan menerapkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Pasalnya, baru sekitar 60 persen Desa di seluruh Indonesia yang menerpakan Aplikasi ini, termasuk Natuna.

Indra Joni juga meminta, agar setiap Desa yang berada di daerah Laut Natuna Utara tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui DD, serta secara bertahap dapat mencari dan mengelola sumber baru, untuk dapat dijadikan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Karena PP dan UU ini setiap tahun selalu direvisi dan regulasinya terus berubah. Kalau nanti UU ini dicabut, kita tidak lagi dapat DD dari Pusat. Makanya kita harus mempersiapkan ini, dengan cara mencari sumber lain untuk PADes,” sarannya.

Ia juga mengingatkan, agar setiap Pemerintah di tingkat Desa bisa benar-benar menggunakan dan memanfaatkan DD dengan baik, serta harus melalui musyawarah bersama masyarakat, agar tidak tersandung dengan hukum yang berlaku. Sebab kata dia, Badan Pengawas Keuangan (BPK) akan segera turun untuk mengaudit setiap pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk penggunaan DD disetiap Desa.

Sementara itu, Andri Yudi, selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Perangkat Desa, menjelaskan, bahwa pihaknya siap menjembatani dan memfasilitasi penggunaan DD sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP), agar berjalan sesuai aturan.

“Kalau ada apa-apa bisa langsung konsultasi ke kami, agar penggunaan dana desa tidak menyalahi aturan,” kata Andri, yang mulai bertugas di Natuna pada 2 Januari 2018.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, beberapa Sekretaris Desa (Sekdes) beserta Kaur Perencanaan Kegiatan Desa, Para Pendamping Desa dan Pendamping Kecamatan yang ada di Natuna. (SK-Nard)

 

Tags:
banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan