Dugaan Korupsi dan Illegal Logging, Kejati Kepri “DATANGI SAWAH SUNGAI BESAR”

Dugaan Korupsi dan Illegal Logging, Kejati Kepri “DATANGI SAWAH SUNGAI BESAR”
Saat Tim Kejati Kepri datangin percetakan sawah Desa Sungai Besar. (Foto : Istimewa)

LINGGA (SK) — Terkait adanya dugaan korupsi dan illegal logging, di kegiatan pencetakan sawah di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, yang dilaporkan Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau, telah mendatangi lokasi pencetakan sawah tersebut.

“Kedatangan Kejati Kepri ini, dalam rangka mengumpulkan bahan dan keterangan dari masyarakat,” ungkap, Ady Indra Pawennari, Pimpinan Perusahaan pelaksana proyek persawahan organik, dari PT Multi Coco Indonesia, kepada awak media, Rabu (11/01/2017).

Sebagai pihak terlapor, kata Ady, ia menyambut baik serta mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Kejati Kepri. Hal ini semakin cepat, semakin bagus, hingga informasi bohong atau hoax yang dilaporkan RCW Kepri tersebut, cepat ketahuan oleh publik.

“Saya mengacungkan jempol dan apresiasi yang tinggi kepada Kejati Kepri,” ujarnya.

Kepada tim Kejati Kepri yang turun ke lokasi sawah di Sungai Besar, lanjut Ady, diharapkan dapat lebih leluasa dalam menggali informasi dari masyarakat, serta aparat desa tentang benar tidaknya ada kegiatan illegal logging di sana, juga soal dugaan korupsi penggunaan dana APBD/APBN pada kegiatan pencetakan sawah tersebut. Dengan kedatangan tim Kejati Kepri, ke lokasi sawah di Desa Sungai Besar, itu merupakan jawaban atas tuntutan publik, agar kasus ini cepat ditangani.

“Kami juga sudah melaporkan ketua dan sekretaris RCW Kepri, ke Bareskrim Polri atas tindak pidana fitnah, dan pencemaran nama baik. serta pemberian keterangan palsu kepada penguasa,” terangnya.

Terkait laporan RCW Kepri tersebut, Ady mengaku, dirinya sudah dimintai keterangan oleh Kejati Kepri. Bahkan dirinya juga telah menyerahkan satu bundel data dan bukti sebagai bentuk klarifikasi atas fitnah yang disampaikan RCW Kepri tersebut, hanya tinggal diadu saja dengan data yang dimiliki RCW Kepri.

“Satu bundel data dan bukti sudah saya serahkan sebagai bentuk klarifikasi, siapa pun yang berbohong, harus bertanggung jawab,” paparnya.

Seperti diketahui, RCW Kepri dalam laporannya ke KPK dan Kejati Kepri, menuding PT. Multi Coco Indonesia, menerima aliran dana dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk membiayai pencetakan sawah di Desa Sungai Besar. Selain itu, RCW Kepri juga menuduh PT. MCI dan Bupati Lingga, H. Alias Wello, menerima aliran dana dari hasil penjualan kayu illegal logging senilai ratusan miliar rupiah.

“Apa korelasinya antara kegitan pencetakan sawah dengan Kementerian Lingkungan Hidup, ini kan jelas sekali ngawurnya,” tuturnya.

Hal sama juga soal illegal logging, tambah Ady, dengan keuntungan mencapai ratusan miliar rupiah, tentunya itu cukup mustahil untuk di dapat dari lahan bekas kebun karet yang sudah terbakar.

“Kayunya tidak ada lagi, jadi, illegal logging tersebut dimana,” tandasnya. (SK-Pus)

 

Tags: ,
banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan