banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Edo : Klien Saya Bukanlah Pelaku “TINDAK PIDANA TRAFFICKING”

Edo : Klien Saya Bukanlah Pelaku “TINDAK PIDANA TRAFFICKING”
Penasehat Hukum, Edward Kamaleng SH, saat berada dipersidangan Pengadilan Negeri Batam. (Foto : Nda)


Edo : Klien Saya Bukanlah Pelaku “TINDAK PIDANA TRAFFICKING”

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Penasehat Hukum, Edward Kamaleng SH, yang terkenal dengan sebutan Edo, mengatakan, bahwa Kliennya atas nama Paulus Baun, bukanlah pelaku tindak pidana trafficking.

Hal itu disampaikan Edo, mengingat kenyataan yang sebenarnya, Piter Sonley selaku ayah daripada korban berinisial MR, menitipkan si korban kepada Paulus Baun, agar anaknya di pekerjakan di PT Tugas Mulia Batam.

“Itu saya punya klien atas nama Paulus Baun, bukanlah pelaku tindak pidana trafficking. Bagaimana si Paulus menjadi pelaku tindak pidana Traffiking, sedangkan si ayah MR, yaitu Piter Sonley tadi yang menitipkan anaknya kepada Paulus Baun untuk dipekerjakan di PT Tugas Mulia Batam,” jelas Edo, Kamis, (6/9/2018).

“Kepergian MR ke Batam itu diketahui oleh orang tua korban. Ibunya tahu dan ayahnya juga tahu. Kalau tidak diketahui oleh kedua orang tuanya, manalah berani si Paulus bawa pergi MR ke Batam,” lanjut Edo, kepada Sijori Kepri, di depan Kantor Pengadilan Negeri Batam.

Permasalahan itu, lanjut Edo, berawal dari sejak ayah MR, yakni Piter Sonley melaporkan Bos PT Tugas Mulia Batam berinisial JR ke Polda Kepri. Dimana, selaku bos perusahaan yang telah memperkerjakan MR, si JR tidak kunjung menyelesaikan gaji MR yang telah bekerja hingga hampir kontrak kerja MR selesai.

Terkait masalah tahu tidaknya Piter Sonley atas kepergian anaknya ke Batam, hal itu juga dibenarkan oleh saksi Walden di persidangan, yang mengatakan bahwa kepergian MR ke Batam diketahui oleh ayahnya. Dan pada waktu itu, Piter Sonley tidak sedang berada di Kalimantan.

“Ya, bapak Piter tahu kok kalau anaknya MR pergi ke Batam. Dan iyaaa betuuul, bahwa waktu itu Bapak (Piter, red) ada di Kupang. Tidak sedang berada di Kalimantan,” jawab Walden, saat ditanya Hakim, apakah dirinya tahu kalau Piter ada di Kupang ataukah di Kalimantan.

Sementara itu, Piter Sonley mengakui bahwa, dirinya melaporkan permasalahan tersebut, karena gaji anaknya yang tidak segera dibayar oleh Bos PT Tugas Mulia Batam, seperti juga halnya yang terjadi pada diri Walden, yang gajinya juga belum selesai dibayarkan oleh PT Tugas Mulia.

“Saya keberatan anak saya MR dibuat begitu. Gajinya tidak dibayar. Alasannya tidak dibayar itu, karena katanya uang belum ada. Ada juga itu bapak Ily, datang ke Kupang, dan Bapak Ily itu ada bawa uang. Itu uangnya ada Rp 22 juta (dua puluh dua juta rupiah). Dan saya tidak menerima. Saya juga tidak mau disuruh itu tanda tangan. Saya datang ke Batam lah, karena itu kerja anak saya sudah habis,” kata Piter Sonley, dipersidangan.

Sidang terkait dugaan kasus tindak pidana trafficking ini akan dilanjutkan pada Minggu depan.

“Sidang saya tutup, dan akan dilanjutkan pada Minggu depan,” kata Hakim, sesaat setelah terdakwa Paulus Baun duduk di kursi persidangan. (nda)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan