banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Festival Moon Cake Tanjungpinang Meriah

Festival Moon Cake Tanjungpinang Meriah
Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP, saat menghadiri Festival Moon Cake di Jalan Merdeka, Tanjungpinang. (Foto : Humpro TPI)


Festival Moon Cake Tanjungpinang Meriah

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Festival Moon Cake dengan mengangkat tema “Menjaga Harmonisasi Dalam Keberagaman”. Acara ini dipusatkan di Jalan Merdeka, Sabtu (14/9/2019) malam. Festival yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut terlaksana sangat meriah. Ribuan warga Tionghoa tumpah ruah memadati jalan di kota lama ini.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP, mengharapkan masyarakat Tanjungpinang dapat mengapresiasi budaya yang dimiliki yang ada di Kota Tanjungpinang, seperti Festival Moon Cake ini.

“Budaya ini harus terus dilestarikan dan disini juga disajikan berbagai kesenian baik kesenian pola hidup, sampai pada makanan khas daerah,” kata Rahma.

Rahma juga menjelaskan, bahwa dengan adanya Festival Moon Cake ini dapat memberikan kesempatan bagi para generasi muda untuk dapat mengenal tradisi yang sudah ada sejak dahulu.

”Saya sangat mengharapkan agar kegiatan Festival Moon Cake ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya penguatan budaya lokal dan sebagai jati diri masyarkat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Drs H Surjadi MT, menyebutkan, masyarakat Tanjungpinang sangat majemuk, banyak suku bangsa yang mendiami kota yang terletak di Pulau Bintan ini. Salah satunya adalah etnis Tionghoa
yang sangat dominan dan berpengaruh dalam sektor perekonomian. Masyarakat Tionghoa yang di Kota Tanjungpinang ini juga melestarikan budayanya, salah satunya adalah Moon Cake (kue bulan).

“Festival ini sudah selazimnya dijaga dan dilestarikan, karena merupakan warisan nilai budaya Tionghoa, selain itu juga diharapkan mengundang ketertarikan wisatawan asing dan domestik untuk datang menyaksikannya,” ungkap Surjadi.

Surjadi juga menjelaskan, Festival Moon Cake atau Kue Bulan merupakan tradisi turun temurun etnis Tionghoa diseluruh penjuru dunia. Moon Cake dirayakan setiap tahun menyambut bulan purnama. Festival yang pertama kali digelar di Kepri ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi masyarakat Tionghoa.

“Ada strategi untuk mengembangkan pariwisata agar berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan, membangun pariwisata berbasis budaya dengan atraksi dan merancang pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat,” ungkap Surjadi.

Tak hanya sekedar belanja kue bulan, pengunjung yang datang ke Festival Moon Cake ternyata juga antusias untuk menyaksikan atraksi barongsai yang menjadi ciri khas dari etnis Tionghoa. Festival Moon Cake diikuti oleh kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Tanjungpinang. Mereka menempati beberapa stand yang disediakan oleh panitia.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Peradi Kota Tanjungpinang, H M Agung Wira Dharma SH, Anggota DPD RI, Haripinto Tanoewidjaja, Unsur FKPD, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Kepala OPD, Organisasi Tionghoa Kota Tanjungpinang dan Tokoh Masyarakat Tionghoa. (FD/R)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan