banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Kadis Kesehatan “TANTANG DPRD LINGGA”

Kadis Kesehatan “TANTANG DPRD LINGGA”
M. Syamsu Rizal, Kepala Dinas Kesehatan Lingga. (Foto : Puspandito)


Kadis Kesehatan “TANTANG DPRD LINGGA”

SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lingga, M Syamsu Rizal, mengatakan, bahwa permasalahan yang terjadi belakangan ini sebenarnya tidak terlalu serius.

“Kenapa harus dibesar-besarkan,” kata dia kepada SIJORIKEPRI.COM, Senin, (28/05/2018) siang.

“Kalau alat Lab rusak biasa lah dimana-mana rusak. Tetapi ini kan bukan di Jawa. Ada sesuatu, teknisi sudah diberitahukan dan mau kesini untuk memperbaikinya. Sebelumnya, itu juga sudah di cover terlebih dahulu oleh lab milik Dr Atan,” sebut Syamsu Rizal.

Menurutnya, supaya tidak merambah permasalahan ini kedepannya, pihaknya akan meminjamkan lab dari Puskesmas untuk ke Rumah Sakit Encek Maryam.

“Biar nanti nggak tambah jadi masalah, karena umur Lab sudah 3 tahun, nanti kita pinjamkan dari Puskesmas untuk ke Rumah Sakit,” sebutnya.

Yang kedua masalah obat, kata Syamsu Rizal melanjutkan. Dalam dunia kedokteran, ada namanya pilihan utama dan pilihan kedua, dimana kedua pilihan itu bisa menjadi alternatif menutup atau menggantikan obat yang tidak ada.

Dan terkait peningkatan RS Encek Maryam ke BLUD, kata dia, saat ini dalam proses penilaian dan masih menunggu Sekda.

“Jadi sebenarnya sudah berjalan semua. Untuk diuji, tahun ini saja alat ICU senilai Rp 1,6 miliar itu, barangnya sebagian sudah datang dan sebagian lagi dalam perjalanan,” kata dia.

Mengenai lambannya penanganan dan banyaknya permasalah yang dihadapi pihak Dinkes dan RS Encek Maryam, dijelaskanya, bahwa berdasarkan anggaran yang minim, Dinkes sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat.

“Kami sempat tidak dipercaya oleh pihak ketiga. Namun dengan berbagai upaya, dari puluhan pihak ketiga E-Catalog itu hanya 2 yang tak percaya tahun lalu, dan Alhamdulillah yang 2 tadi pun tahun ini sudah percaya sama kita. Tapi yang jelas dibanding dengan yang dulu, saat ini kita jauh lebih banyak kemajuan,” ungkapnya.

Dengan penjelasan panjang lebar, Syamsu Rizal mempersilahkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk melihat langsung ke Instalasi Farmasi milik Dinkes Kabupaten Lingga.

“Kalau mau lihat datanya di Dinas. Monggo (Silahkan, Red) datang ke dinas, di gudang Instalasi Farmasi terbuka semuanya dan saya tidak akan menutup-nutupi. Ini loh keadaan obat kita,” kata dia.

Mengenai prosedur bagaimana Dinkes selama ini berjibaku mempersiapkan kebutuhan obat, Syamsu Rizal juga mengungkapkan, bahwa pihaknya setiap tahun selalu membuat kebutuhan obat-obatan seluruh Puskesmas, kemudian rumah sakit yang belum BLUD.

“Seperti RS Encek Maryam itu kami bikin kan. Itu lah tugas Dinkes. Sementara untuk obatnya, memang saya akui ada beberapa yang kosong. Tetapi telah ditutupi dengan obat yang lainnya,” terangnya.

Soal benang, masih kata dia, sebenarnya tahun kemarin pola perhitungannya masih belum menemukan model perhitungan yang tepat. Setelah ada pelatihan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) barulah dimengerti.

“Jadi, kemarin kebutuhan ketika habis. Itukan nggak bisa langsung kita ambil. Kecuali BLUD bisa langsung beli. Dan Alhamdulillah karena pihak ketiga percaya sama Dinkes, benang itu sudah ada 3 box, untuk 50 orang pasien dan itu kami pinjam. Tapi orang nggak ngerti ya, sudah lah nggak masalah, yang jelas kita sudah berusaha,” ungkapnya lagi.

Terkait komentar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok, di salah satu media online. Syamsu Rizal menanggapi ringan permasalah tersebut.

“Sekarang silahkan Pak Sui Hiok datang ke Instalasi Farmasi, saya nggak perlu komentar. Silahkan datang konfirmasi, mana sih yang nggak ada. Kalau kurang, ayok sama-sama kita membangun, saya akan terbuka. Kalau hanya bicara nggak akan menyelesaikan permasalahan. Ayok kita datang kesini dan lihat, lantas selesaikan. Datanya saya akan beberkan. Kalau misalkan kurang anggaran tolong dibantu, kan begitu,” paparnya tersengal-sengal.

Mengenai ini, Syamsu Rizal juga mengatakan, sudah menyampaikan kepada Bupati Lingga Alias Wello, bahwa di APBD-P pihak Dinkes meminta penambahan anggaran.

“Jangan sampai nanti ketika di Eksekutif ya,” cetusnya.

Artinya, diakhir kalimat, kata sang Kepala Dinas Kesehatan itu, dirinya enggan disebutkan, ‘Wah’.

“Saya nggak mau berkomentar, tapi saya akan buka lebar pintu Instalasi Farmasi, dan ayo kita lihat barangnya langsung, nggak usah komentar,” tandasnya. (Sim)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan