Kasus E-KTP, Sejumlah Saksi “MINTA PERLINDUNGAN LPSK”

Kasus E-KTP, Sejumlah Saksi “MINTA PERLINDUNGAN LPSK”
Foto: Ilustrasi

SIJORIKEPRI.COM, JAKARTA — Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengatakan lembaganya telah menerima laporan dan permohonan perlindungan yang diajukan sejumlah orang yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi e-KTP. Menurut dia, mereka terdaftar sebagai saksi yang pernah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Kami masih mempelajari laporan saksi yang mengajukan permohonan. Akan dilihat sejauh mana LPSK bisa memberikan perlidungan terkait dengan kasus ini,” kata Haris, di kantornya, Rabu, 29 Maret 2017.

Haris menolak membeberkan rincian jumlah dan identitas para pemohon perlindungan terkait kasus e-KTP ini. Ia pun enggan terburu-buru menyimpulkan bahwa permohonan ini merupakan bukti adanya tekanan dan ancaman terhadap para saksi.

Yang jelas, ia memastikan LPSK memiliki kerja sama dengan KPK soal jaminan perlindungan. “Saksi tak perlu merasa terancam untuk mengungkap fakta. Kami siap mendampingi para saksi,” ujar Haris.

Korupsi proyek e-KTP ini menjadi kasus terbesar yang dibongkar dan ditangani KPK sejak lembaga tersebut berdiri. Penyidik setidaknya memeriksa hingga 294 saksi yang diduga mengetahui atau terlibat dalam korupsi dengan nilai Rp 2,3 triliun tersebut. Hingga saat ini, KPK baru menindak tiga pelaku yang diduga ikut menggarong proyek senilai Rp 5,84 triliun itu.

KPK telah mendakwa dua di antaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yakni mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Penyidik juga menetapkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka baru yang diduga berperan mengatur lelang dan penganggaran.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang hakulyakin lembaganya bakal menjerat pidana sejumlah orang lainnya yang diduga berperan aktif dan mengambil keuntungan dalam proyek e-KTP.

Penyidik, ucap Saut, masih meneruskan seluruh proses hukum, termasuk memanggil ulang sejumlah saksi. “Ini perlu waktu. Karena uang korupsinya besar, tentu yang terlibat juga besar,” ujar Saut. “Kami memang mencari orang yang memiliki niat jelek dalam proyek ini.” (GRANDY AJI | DIDIT HARIYADI | FRANSISCO)
(Sumber: tempo.co)

Tags: ,
banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 728x90

banner

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan