banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Kejari Ranai Kirim “LIMA TERPIDANA”

Kejari Ranai Kirim “LIMA TERPIDANA”
Kejari Ranai mengirimkan lima (5) orang terpidana (tahanan) untuk diserahkan kepada Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjungpinang dan Batam. (Foto : Bermard Simatupang)


Kejari Ranai Kirim “LIMA TERPIDANA”
– Ke Rutan Tanjungpinang dan Batam.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ranai, kembali mengirimkan lima (5) orang terpidana (tahanan) untuk diserahkan kepada Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjungpinang dan Batam.

Kelima terpidana diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air Tipe B-737/PK-CLL dari Bandara Raden Sadjad Ranai, dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan, Senin, (05/11/2018), yang lalu.

Kasubsi Eks Pidum, Wildan Awaljon P SH, saat dikonfirmasi Media SIJORIKEPRI.COM, di ruang kerjanya, Selasa, (06/11/2018) mengatakan, pemindahan terpidana untuk diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjungpinang dan Batam, sesuai hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Ranai dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Dari kelima tahanan tersebut, ujar Wildan, sudah melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri Ranai, tiga diantaranya akan dikirim ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Batam, yaitu, SBS (17) asal Desa Tanjung, terpidana kasus pencurian, dijerat dengan Pasal 363 KUHP Junto UU No 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, putusan sidang pada tanggal 26 Oktober 2018, dengan vonis 3 bulan penjara.

MKR (16) asal Klarek, terpidana kasus pencabulan, dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang sistem peradilan anak, putusan sidang 11 Oktober 2018, dengan vonis 1 tahun 3 bulan penjara.

Dan, ABZA (17) asal Bandarsyah, terpidana kasus percobaan perkosaan, dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 junto Pasal 53 KUHP junto Undang-Undang sistem peradilan anak, pitusan sidang 22 Oktober 2018, dengan vonis 2 tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan dua orang lainnya, akan dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjungpinang yaitu, Erson (22) asal Sedanau terpidana kasus menyetubuhi anak di bawah umur dijerat Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, putusan sidang tanggal 09 Oktober 2018, dengan vonis 8 tahun penjara.

Kemudian, Dodi Haryanto (38) asal Ranai Darat terpidana kasus narkoba (pemakai) dijerat Pasal 127 huruf a Undang-Undang Narkoba No 35 Tahun 2009, putusan sidang tanggal 1 Agustus 2018, dengan vonis 9 bulan penjara. (nard)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan