banner 740x400

banner 740x400

Kenal Lewat FB, Siswi SMP di Bengkalis Diperkosa Usai Jalan-jalan

Kenal Lewat FB, Siswi SMP di Bengkalis Diperkosa Usai Jalan-jalan
Pelecehan Seksual Anak (Ilustrasi : Merdeka.com)

BENGKALIS (SK) — Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, inisial M (14), jadi korban pencabulan. Dia dicabuli oleh lelaki yang baru dikenalnya lewat sosial media Facebook. Setelah dicabuli, pelaku kabur meninggalkan korban di rumah kerabatnya.

“Pertemuan keduanya dari perkenalan lewat media sosial Facebook. Namun akhirnya berbuntut pada tindakan pencabulan,” ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP, Guntur Aryo Tejo kepada merdeka.com, Jumat (29/1).

Geram perbuatan pria tersebut, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. “Korban bersama keluarganya sudah membuat laporan tentang tindak pencabulan yang terjadi pada Minggu 24 Januari lalu,” ujar Guntur.

Guntur menceritakan awal mula perkenalan korban, saat itu temannya inisial N memperkenalkan korban dengan pelaku melalui Facebook. “Saat itu, mereka belum pernah ketemu sama sekali,” ujar Guntur.

Lanjutnya, tersangka diketahui memiliki Facebook berkedok perempuan. Kemudian, berteman dengan korban sekitar dua bulan belakangan ini. Dengan hanya berkomunikasi via chattingan, keduanya akhirnya bertemu di Desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis.

“Korban pada saat itu diantar oleh temannya dan langsung di tinggal. Setelah bertemu dengan tersangka, korban sempat kaget, karena mengetahui teman Facebooknya adalah lelaki dewasa,” jelasnya.

Tersangka yang diketahui merupakan warga Desa Wonosari ini membawa korban berkeliling Kota Bengkalis hingga merenggut mahkota gadis di bawah umur tersebut. Pada malam kejadian, kata Guntur, mereka janjian bertemu di suatu tempat. Korban kemudian dibawa oleh tersangka berkeliling dan sampai ke Jalan Baru Desa Wonosari.

“Setelah sampai di Jalan Baru, korban diajak berhubungan intim. Ajakan tersebut awalnya ditolak korban,” kata Guntur.

Melihat korban menolak, pelaku emosi kemudian mengancam akan melakukan kekerasan dan memaksa korban untuk melayani nafsunya. Karena lokasi sepi dan tidak dapat berteriak, korban pun terpaksa mengikuti kemauan pelaku di semak-semak tersebut.

Pasca melakukan hubungan intim, korban dibawa ke rumah temannya pelaku inisial T (pria). Dia bermaksud untuk menitipkan korban. Namun, T menolak untuk menolong tersangka, hal itu dikarenakan korban adalah perempuan.

“Akhirnya, tersangka menitipkan ke rumah tetangganya yang perempuan agar korban dapat menginap satu malam,” jelasnya.

Keesokan harinya, korban pun pulang ke rumah dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtua korban. Tak ayal, pengakuan korban membuat keluarganya emosi lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Hingga kini polisi belum menangkap pelaku dengan alasan masih memburu tersangka yang sudah diketahui identitasnya itu. “Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelaku,” pungkas Guntur. (sk-lu/cob)

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan