banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Kepri Dapat Kado Sangat Mengecewakan

Kepri Dapat Kado Sangat Mengecewakan
Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Kepri, Bunda Aminah Ahmad. (Foto : Net)


Kepri Dapat Kado Sangat Mengecewakan
– Sempena Peringatan Hari Jadi ke 17 Provinsi Kepri.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Tanggal 24 Sebtember 2019, Provinsi Kepri genap berumur 17 tahun. Jika diumpamakan seorang anak, Kepri memasuki masa dewasa. Masa, dimana pemikiran dan tingkah laku harus bisa dipertanggungjawabkan. Tidak mengandalkan orang tua lagi.

Namun sayang, kondisi ini tidak terjadi di Provinsi Kepri. Memasuki 17 tahun, Kepri tidak ubah sebuah provinsi prematur, yang banyak kurangnya daripada lebihnya. Kemerosotan pelayanan banyak terjadi. Aktivitas negatif dilakukan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN). Provinsi Kepri yang diharapkan menjadi provinsi maju, akhirnya hanya bisa berjalan tertatih-tatih.

Gambaran inilah yang terlontar dari salah seorang tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Aminah Ahmad, saat diminta tanggapannya terkait peringatan Hari jadi ke 17 Provinsi Kepri, Senin, (23/9/2019).

”Sebagai tokoh masyarakat, kita sedih, berduka dan khawatir melihat gambaran yang terjadi. Kita sangat kecewa. Sungguh, kado sangat mengecewakan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepri buat para pejuang pembentukan Provinsi Kepri,” kata wanita akrab disapa Bunda Aminah ini.

Beberapa perhatian yang membuat hati para tokoh gundah gulana, Bunda Aminah mencontohkan tertangkapnya beberapa ASN dan pejabat Pemprov Kepri yang tersandung kasus narkoba. Tidak saja sebagai pemakai, bahkan ada temuan ASN mau pun pejabat, telah menjadi pengedar barang haram tersebut.

Kendati, kasusnya telah diusut aparat, namun terkuaknya kasus ini menjadi preseden negatif buat Pemprov Kepri. Ini membuktikan, pemahaman dan kesadaran pegawai tentang bahaya laten narkoba masih sebatas isapan jempol saja.

Fenomena negatif lainnya, terkuak dugaan kasus korupsi dan gratifikasi yang melibatkan Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun. Masyarakat Kepri yang awalnya hidup normal, tiba-tiba terperanjat, tatkala kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menetapkan orang nomor satu di Kepri, Kadis Perikanan dan Kelautan Kepri, Edi Sofyan, dan beberapa orang lainnya, sebagai tersangka.

Saat ini, komisi anti rasuah tersebut, masih mendalami kasusnya. ”Tentunya, tidak tertutup kemungkinan, KPK akan menambah penetapan status tersangka buat pihak lainnya. Waktu yang akan menjawab,” terang wanita kelahiran, Tarempa, 27 Juli 1942 tersebut.

Tidak kalah menarik, sorotan Aminah Ahmad, tertuju penempatan pejabat Pemprov Kepri, menempati jabatan tekhnis eselon 2, 3, dan 4. Perhatiannya, masih banyak pengangkatan pejabat tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Akhirnya timbul kesan, fungsi pelayanan tidak maksimal diberikan.

Perhatian negatif lainnya, juga dialamatkan pada sektor pendidikan. Dimana, ada temuan di lapangan, anak Kepri tidak bisa melanjutkan atau masuk kuliah karena tidak mampu bayar uang sekolah. Seharusnya, kondisi ini tidak terjadi jika pejabat terkait mengambil sikap bijaksana.

”Saya mengatakan hal ini, karena ada beberapa warga mengadu ke saya, bahwa ia tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak mampu bayar uang sekolah. Ini sangat keterlaluan. Seharusnya, ada solusi yang diberikan Pemprov Kepri,” katanya.

Tidak sampai disitu, sorotan wanita ini juga tertuju alokasi beasiswa yang diberikan Pemprov Kepri buat anak berprestasi dan kurang mampu. Sayang, alokasinya terkesan ditiadakan.

”Untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satu ditunjang peran dan dukungan pemerintah daerah. Jika beasiswa ditiadakan, sama saja tidak berpihak pada anak didik. Sebagai tokoh masyarakat, saya sangat menyesalkan hal ini,” kata Bunda Aminah.

Dari sisi mental para pegawai, masih terdengar terjadinya perselingkuhan yang dilakoni beberapa pegawai mau pun pejabat. Seharusnya, hal ini tidak pernah terjadi, jika yang bersangkutan memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi negara.

Sebenarnya, masih banyak gambaran negatif yang diberikan Pemprov Kepri sempena peringatan Hari jadi ke 17 Provinsi Kepri, tahun ini. Seperti beberapa program pembangunan Kepri yang terkesan belum pro rakyat.

Dengan banyaknya sorotan negatif ini, wanita yang aktif di LSM Bhakti Melayu Bersatu ini berharap, pada Pilkada 2020 nanti, lahir seorang pemimpin yang punya jiwa kenegarawan, mampu menjalankan tugas pemerintahan, dan paham dengan keinginan masyarakat.

”Yang kita butuhkan, pemimpin yang mampu membangun Kepri. Pemimpin yang bisa mengakomodir kepentingan umum. Kita tidak menginginkan pemimpin yang terkesan bisa diatur anak buah,” katanya. (Wak Zek)

Click to rate this post!

[Total: 1 Average: 5]

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan