banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Ketua dan Anggota Majelis Hakim “NAIK PITAM”

Ketua dan Anggota Majelis Hakim “NAIK PITAM”
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan alat transportasi laut bagi siswa-siswi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lingga TA 2017 di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. (Foto : Simarmata)


Ketua dan Anggota Majelis Hakim “NAIK PITAM”
– Sidang Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Transportasi Laut Disdik Lingga.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Untuk kedua kalinya, sidang perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat transportasi laut bagi siswa-siswi TA 2017 di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau kembali digelar, di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin, (27/8/2018) siang.

Sidang, meminta keterangan dari 6 orang saksi atas tuduhan yang disangkakan kepada Jf, sebagai ketua Pokja lelang yang saat ini berstatus tersangka oleh Kejaksaan Negeri Lingga.

Keenam orang saksi yang dimintai keterangan dalam persidangan tersebut, dihadirkan silih berganti. Sidang di pimpin langsung ketua Majelia Hakim Santonius Tambunan SH MH dan didampingi para hakim anggota.

Adapun keterangan para saksi saat dipersidangan, sempat membuat Ketua dan anggota Majelis Hakim naik pitam.

“Saya tegaskan dan tekankan sekali lagi, jangan bermain di atas sumpah, kalau tahu bilang tahu, kalau tidak tahu bilang tidak tahu. Jangan mungkin-mungkin. Ini tentang nasib seseorang,” kata Ketua Majelis Hakim Santonius Tambunan SH MH, dan anggota Hakim ADHOC Tipikor Yon Efri SH MH, saat mendengarkan dan mempertanyakan kembali keterangan para saksi satu per satu.

Sebagaimana diketahui, keenam orang saksi yang dihadirkan saat persidangan, yakni Kasiman selaku Pengguna Anggaran (PA). Zamruddin, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sarman, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Said Febri, Konsultan perencana. Nur Effendy, Sekretaris Pokja, dan Deni Febriza, anggota Pokja.

Sementara itu, keluarga terdakwa Jf yang hadir sejak siang, saat mengikuti proses panjang persidangan itu, tampak melinangkan air mata.

Linangan air mata haru itu menetes tatkala hakim dan para anggota mengatakan “ini tentang nasib seseorang”.

“Saya dengar kata-kata itu, air mata saya langsung menetes,” ucap salah satu keluarga terdakwa, Yn kepada SIJORIKEPRI.COM, sambil menyeka air matanya.

Dirinya juga menjelaskan, keterangan para saksi mulai dari munculnya perencaan TA 2016, RAB, Spek dan proses penandatangan kontrak hingga tidak adanya Pejabat Pembuat Komitmen dan lain-lain, menjadi pertanyaan yang dicecar oleh ketua hakim dan anggota.

“Kita dengarkan tadi bersama bagaimana keterangan saksi, mudah-mudahan semua ada titik terang,” ucap Yn.

Pantauan di lapangan, sidang berlangsung cukup awet, dimulai dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, dan dilanjutkan pada pekan depan.

Yang menarik, sebelum sidang tersebut ditutup dan dilanjutkan pekan depan, Muklis, Pengacara Jf, tampak menyinggung-nyinggung mengenai APIP. (Sim)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan