banner 740x400

banner 740x400

Kondisi Labor dan WC SMPN 2 Singkep Barat “SANGAT MEMPERHATINKAN”

Kondisi Labor dan WC SMPN 2 Singkep Barat “SANGAT MEMPERHATINKAN”
Kondisi WC siswa SMPN 2 Dabo Singkep, yang sudah tidak bisa digunakan lagi. (Foto : Puspandito)

SIJORIKEPRI.COM, SINGKEP BARAT — Kondisi ruang Laboratorium dan WC siswa-siswi SMP Negeri 2 yang berada di Bukit Nyaka, Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, sungguh sangat memperhatikan.

SMP Negeri 2 Singkep Barat, memeliki 71 siswa dengan 8 tenaga pengajar, 6 diantaranya guru PNS, 1 guru GTT dan 1 guru honor Komite. Sejak dibangun pada tahun 2001 silam hingga saat ini, belum pernah direhab maupun bantuan lainnya.

Salah seorang guru SMP Negeri 2 Singkep Barat, Firdaus, mengatakan, SMP Negeri 2 ini dibangun pada tahun 2001 dan pada tahun 2002, SMP ini mulai digunakan dengan status SMP kelas jauh SMP Negeri 1 Singkep Barat. Baru pada tahun 2008 berstatus Negeri, menjadi SMP Negeri 2 Singkep Barat.

Sejak dibangun hingga saat ini, lanjut Firdaus, belum pernah sekalipun direhab, sehingga kondisi Labornya sudah sangat memperhatinkan, jika plaponnya tidak dilapisi terpal, Labor tersebut tidak bisa digunakan, karena bocor saat hujan turun.

“Dengan kondisi Labor sekolah seperti itu, kami hanya menggunakannya untuk pertemuan dengan wali murid jika akan ada kegiatan perpisahan, dan juga digunakan anak-anak untuk berbagai keperluan, seperti latihan menari,” ungkapnya, di SMP Negeri.2 Singkep Barat, Desa Bakong, Selasa, (21/11/2017).

Selain itu, jelas Firdaus, WC untuk siswa juga sudah tidak bisa lagi digunakan karena kondisinya sudah cukup parah, sehingga para siswa yang buang air kecil dan besar terpaksa menggunakan WC guru.

“Ada empat WC untuk siswa, dua untuk putri dan dua untuk putra, namun semuanya sudah tidak bisa digunakan lagi,” terangnya.

Masalah air kami juga kesulitan, tambah Firdaus, karena posisi SMP Negeri 2 ini berada diatas bukit, sehingga tidak memungkinan untuk dibuat sumur galian. Untuk mengatasi masalah air ini, kita pernah memakai mesin Robin untuk mengisap air dari sumur yang berada dibawah bukit, namun tidak bertahan lama, jarak antara sumur dan sekola lebih dari 100 meter.

“Untuk memenuhi kebutuhan air, kami hanya menampungnya saat turun hujan, jika musim kemarau kami minta para siswa-siswi untuk membawa air masing-masing 5 liter,” pungkasnya. (SK-Pus)


Ruang Laboratorium SMPN 2 yang plaponnya telah rusak sehingga dilapisi dengan tarpal

 

Tags:
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan