banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

KPK Bawa Tiga Koper dari Kantor Dishub Kepri

KPK Bawa Tiga Koper dari Kantor Dishub Kepri
Petugas Kepolisian dan KPK saat meninggalkan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. (Foto : Patar Sianipar)

-Tidak Ada Tentengan dari Rumah Nurdin di Karimun.


SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Kasus tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah, atau janji terkait dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan wilayah kecil Provinsi Kepri tahun 2018-2019, yang melibatkan mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri, Edi Sofyan, Kabid Perikanan Tangkap DKP Kepri, Budi Hartono dan pengusaha bernama Abu Bakar, mulai diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Pengusutan juga terkait kasus grativikasi yang berhubungan dengan jabatan Nurdin sebagai Gubernur Kepri.

Selasa, (23/7/2019), lembaga anti rasuah ini mendatangi beberapa lokasi yang berkaitan dengan kasus ini. Lokasi itu, kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Dinas Lingkungan Hidup, kediaman Nurdin Basirun di Kota Batam dan Kabupaten Karimun, kediaman ajudan Nurdin, pengusaha atas nama Kock Meng si pemegang izin prinsip pengelolaan lahan reklamasi Tanjung Piayu, Batam, dan sebagainya.

Hasil pemeriksaan di Dishub Kepri, KPK RI berhasil membawa tiga koper. Meski, belum diketahui temuan apa saja yang diambil, petugas KPK terlihat menenteng tiga koper dari dalam kantor yang dipimpin Jamhur ini. KPK langsung membawa koper tersebut ke dalam mobil dan bergegas meninggalkan lokasi.

Pantauan sijorikepri.com di lapangan, kehadiran KPK ke Dishub Kepri, beralamat di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kilometer V Atas, Tanjungpinang, mendapat pengawalan ketat aparat Polres Tanjungpinang.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Jamhur, diminta kerangan mengatakan, personil KPK hanya mengambil dokumen saja. Tidak ada pejabat Dishub Kepri, termasuk dirinya, yang diminta keterangan.

Namun, Jamhur mengaku, dirinya telah menerima surat undangan dari KPK, untuk bersedia memberi keterangan.

”Saya diundang KPK memberi keterangan sebagai saksi pada hari Rabu, (24/7/2019). Kapasitas saya hanya sebagai saksi kasus dugaan suap reklamasi Tanjung Piayu, Kota Batam, yang melibatkan Pak Nurdin Basirun,” ujar Jamhur.

Ditanya tentang kedatangan KPK ke kantornya, Jamhur menambahkan, pihaknya memberi kesempatan seluas-luasnya pada personil KPK mencari bahan. Bahkan, ia telah minta ke bawahannya untuk memberikan apa saja yang dibutuhkan. Yang terpenting kan dicatat,” ujarnya.

Sementara itu, hasil kunjungan ke kediaman Nurdin Basirun di Bukit senang, Kelurahan Tanjung Balai Kota,Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa, (23/7/2019), personil KPK terlihat tidak ada membawa tentengan.

Informasi yang himpun di lapangan, pemeriksaan itu dilakukan sejak sekira pukul 09.30 WIB. Dalam pemeriksaan, nampak juga sejumlah Aparat Kepolisian dari Polres Karimun berjaga-jaga.

Kehadiran personil KPK, diawali pembukaan pagar teralis rumah Nurdin dengan cara pemotongan gembok menggunakan gerinda disaksikan Ketua RT 003, Kelurahan Tanjung Balai Kota.

Pintu pagar rumah tersebut langsung terbuka. Kemudian, Petugas KPK langsung menuju rumah bernomor 757.

Tampak warga sekitar pun ramai berdatangan untuk menyaksikan, namun dilarang masuk begitu juga wartawan. Kurang lebih 3 jam KPK berada di rumah Nurdin, kemudian keluar tanpa membawa apapun segera berlalu. (Wak Tar/Wak Fik)

KPK menggeledah Rumah Gubernur Kepri nonaktif H Nurdin Basirun, di Bukit Senang, Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun. (Foto : Taufik)
Tags: , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan