banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

KRI TUM – 385 Tangkap “KAPAL PENYELUDUP” KLM Berdikari 09

KRI TUM – 385 Tangkap “KAPAL PENYELUDUP” KLM Berdikari 09
Kapal Layar Motor (KLM) Berdikari 09, yang memuat rotan sebanyak 194 ton, berhasil ditangkap KRI TUM - 385. (Foto : Pen Lanal Ranai)


KRI TUM – 385 Tangkap “KAPAL PENYELUDUP” KLM Berdikari 09
– Di Perairan Laut Natuna Utara.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Disela-sela kunjungan kerjanya ke Lanal Ranai, Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yudho Margono S.E M.M, didampingi Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama, R Eko Suyatno S.E M.M dan Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E, melaksanakan Konferensi Press di Lanud Raden Sadjad Ranai, Minggu, (28/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima Koarmada I menyatakan bahwa, pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018, sekitar pukul 11.00 WIB, salah satu unsurnya, yaitu KRI TUM – 385 telah menangkap sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Berdikari 09, yang memuat rotan sebanyak 194 ton.

KLM Berdikari diduga kuat akan melakukan penyelundupan rotan dari Gresik Jawa Timur dengan tujuan Kuching Malaysia, kapal tersebut mengelabui petugas dengan dokumen pelayaran tujuan Natuna, namun di tengah perjalanan mereka membelokkan arah menuju ke Malaysia. Modus penyelundupan seperti ini dilakukan oleh kapal tersebut guna mengelabui petugas keamanan laut dan ketika ditangkap oleh KRI TUM – 385, KLM Berdikari 09 sudah mengarah ke Malaysia bukan ke Natuna.

Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yudho Margono S.E M.M, saat diwawancara awak media. (Foto : Pen Lanal Ranai)

“Kapal ditangkap mengarah ke Kuching Malaysia, di sebelah utara Tanjung Datuk, dan kapal menyalahi dokumen pelayaran, terbukti hendak menyelundupkan rotan ke Malaysia,” jelas Panglima, di Lanud Raden Sadjad Ranai.

Selanjutnya KLM Berdikari 09 dikawal menuju ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai, dalam hal ini dibawa ke Pelabuhan Posal Sabang Mawang, dan KLM Berdikari telah tiba di pelabuhan Sabang Mawang pada hari Minggu 28 Oktober 2018.

“Karena kita tidak memiliki kewenangan untuk penyidikan atau penanganan kapal yang melakukan penyelundupan hasil bumi, maka selanjutnya setelah diterima oleh Lanal Ranai, maka proses penyidikannya akan diserahkan kepada aparat yang berwenang, dari KRI Tengku Umar akan diserahkan kepada Lanal Ranai,” tambah Pangkoarmada I.

Menurut Panglima, penyelundupan hasil bumi dari Indonesia menuju negara tetangga Malaysia itu sudah sering terjadi, dan KLM  Berdikari 09 merupakan salah satu kapal yang sudah diintai dan menjadi Target Operasi. Ini bukan yang pertama kali kapal tersebut menyelundupkan rotan ke Malaysia, sebelumnya juga sudah sering dan pernah mereka lakukan.

Pangkoarmada I menambahkan, mengingat luasnya perairan Natuna dan berbatasan dengan negara tetangga, sangat rawan terjadi penyelundupan barang dari jalur laut, serta pencurian ikan oleh nelayan asing. Oleh karenanya, guna menjaga perairan Natuna, Koarmada I telah menempatkan 4 KRI untuk melaksanakan tugas Operasi di perairan Natuna.

Seperti KRI TUM-385, berada di perairan Natuna dalam melaksanakan tugas Operasi Benteng Sagara 18 dibawah kendali Operasi dari Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armada I. (nard/Pen Lanal Ranai)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan