banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAMI Minta Proyek Tugu Agrominapolitan Kabupaten Lingga “DIUSUT”

LAMI Minta Proyek Tugu Agrominapolitan Kabupaten Lingga “DIUSUT”
Tugu Agrominapolitan Kabupaten Lingga senilai Rp 2.9 Miliar, belum 2 Tahun Kondisinya sangat memprihatinkan. (Foto : Simarmata)


LAMI Minta Proyek Tugu Agrominapolitan Kabupaten Lingga “DIUSUT”
– Proyek Rp 2,9 Miliar, Belum 2 Tahun Kondisinya Memprihatinkan.

SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Belum genap 2 tahun berdiri dan menjadi simbol pertanian di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Tugu Agrominapolitan yang digadangkan menjadi andalan Pemkab Lingga, kondisinya kini memprihatinkan.

Pasalnya, saat turun ke lokasi, pantauan di lapangan sekilas, kondisi tugu tersebut masih dalam kondisi baik dan berdiri kokoh tepat di pinggiran jalan, di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara.

Pandangan masyarakat, masih kategori wajar apabila nilai proyek tahun anggaran 2017 tersebut mencapai Rp 2,9 miliar, dengan kondisi arsitektur bangunan berkelas.

Namun, seiring waktu berjalan, ketika wartawan SIJORIKEPRI.COM menyambangi lokasi tugu yang terletak di seberang area persawahan, Desa Sungai Besar itu, angka Rp 2,9 miliar tampaknya perlu dikaji kembali oleh penegak hukum. Termasuk para pihak yang terlibat.

Dewan Pengurus Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (Lami), Ridwan Lingga, saat dihubungi mengatakan, bahwa pihaknya akan segera mempelajari RAB (Rincian Anggaran Biaya) dan spesifikasi pembangunan tugu di kabupaten Lingga, Tanah Bunda Melayu tersebut.

“Berdasarkan penelusuran saya beberapa waktu lalu dilokasi proyek, tampak keramik tugu tersebut sudah mulai rusak, banyaknya genangan air, kabel listrik entah kemana. Ingin naik ke atas saja pakai tangga kayu, taman bunga, penerangan, layaknya bangunan tua, tidak terawat,” kata Ridwan menjawab SIJORIKEPRI.COM, Sabtu (13/10/2018).

“Saya menduga ada kejanggalan dalam pembangunan tugu tersebut, mengingat anggarannya yang mencapai 3 milyar. Maka dari itu, saya akan cari data pendukung untuk ditelaah. Kita juga minta usut proyek ini,” ujar Ridwan kembali.

Sementara, kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lingga, yakni Said Nursyahdu, kakak kandung Said Febri, Konsultan Perencana yang pernah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus perkara pengadaan 6 unit pompong Disdik Lingga, saat dihubungi melalui WattsApp-nya tak memberikan jawaban.

Sebagaimana diketahui, proyek tugu Agrominapolitan di Lingga menjadi salah satu ikon yang dibangun dilahan milik masyarakat yang dihibahkan kepada Pemkab Lingga pada tahun 2016 lalu.

“Ada beberapa lahan yang saya hibahkan kepada pemerintah, salah satunya lahan tugu ini,” terang pria separuh baya, yang namanya engan disebutkan. (Sim)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan