banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Lis Paparkan Fungsi “MASJID TERAPUNG”

Lis Paparkan Fungsi “MASJID TERAPUNG”
Masjid Terapung yang akan dibangun Paslon Lis-Maya. (Foto : Wak Tung)
– Akan Dibangun Tanpa Gunakan Dana APBD.
– Jika Ia dan Maya Diberi Amanah.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Calon Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH, dalam penyampaiannya saat silaturrahim bersama warga RW 02, Kelurahan Melayu Kota piring, mengatakan, berbicara agama bukan hanya sekedar ucapan, tapi harus mampu kita implementasikan program nyata yang disiapkan oleh pemerintah.

Pada kesempatan itu, Lis memaparkan visi dan program unggulan, dan salah satu diantaranya adalah Masjid Terapung yang berbentuk tanjak, dengan menara keris, dan ada kantin muslim yang menjadi objek wisata, karena bisa melihat seputaran Tanjungpinang, yang nantinya dijadikan sebagai pusat kajian dan pendidikan Islam.

“Yang paling utama untuk pengembangan agama, adalah mau tidak mau suka tidak suka, sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan pemerintah,” katanya, di halaman rumah Wan Syaharuddin, KM.7, belakang Morning Bakary, Tanjungpinang, Kamis, (12/04/2018), sore.

“Kalau saya dan dr Maya Suryanti diberikan amanah, saya akan bangun ini, tanpa menggunakan APBD Kota Tanjungpinang. Sebab kalau menggunakan APBD, takkan terbangun,” ungkapnya.

Lanjutnya, Masjid Apung yang akan dibangun itu, bukan hanya untuk sholat saja, tapi ada ruangan-ruangan untuk belajar, baik di tingkat anak-anak dan remaja, dan para orang tua.

“Prinsip kerja seperti apa? Begini. Jam 09:00 pagi, sampai Zuhur, khusus untuk kaum ibu-ibu, dari Zuhur ke Ashar untuk bapak-bapak, dari Ashar ke magrib, untuk remaja dan anak-anak. Tiga kelompok golongan yang akan mengisi generasi ke genarasi kita dapatkan. Ini yang kita tanamkan, baru benar-banar kita dapatkan syiar seperti apa, ilmunya bagaimana, untuk menjawab tantangan Tanjungpinang kedepan,” jelas Lis.

Lanjutnya, jika kita ingin meningkatkan lagi ilmu fiqih, ilmu hadis, dimana lagi kita bisa belajar. Mungin kita pingin tahu seperti apa sih kitab kuning itu, dimana lagi kita bisa balajar. Apalagi kalau kita yang sudah tua, dan membaca Al Qu’ran masih patah-patah, tak mungkin kita mau belajar di Masjid terdekat di rumah kita.

“Begitu kita belajar di Masjid disekitar rumah kita, mulai nanti ada yang berkata ibunya si fulan, bapaknya si badu, ngajinya masih patah-patah,” gurau Lis.

Sarana dan prasarana itu memang harus dipersiapkan, karana kita bukan hidup di zaman dahulu, belajar dibawah pohon, atau dilapangan. Itu tidak mungkin, karena harus menyesuaikan kondisi zamannya.

“Inilah pusat kajian dan pendidikan Islam yang kita jadikan sebagai sarananya,” kata Lis, sambil menunjukkan gambar Masjid Terapung yang akan dibangunnya kedepan, menggunakan APBN, bila tepilih kembali.

Menurutnya, belajar agama tidak hanya bisa hanya dengan mendengarkan ceramah agama saja, apalagi hanya buka google. Karena di google itu, kalau kita orang awam, dan masih baru belajar, tidak akan bisa membedakan sumber mana yang benar dan yang tidak.

“Nanti ada hadist palsupun dipercaya,” ujarnya.

Sebelumnya, acara dimulai dengan tausiah dari ustadz yang ditunjuk tuan rumah. Pertemuan silaturrahim itu dihadiri lebih dari seratus orang simpatisan pasangan Lis-Maya, sehingga halaman rumah Wan Syaharuddin yang cukup luas itu penuh sesak, sampai ada yang terpaksa duduk dan berdiri di luar perkarangan rumah. (Wak Tung)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan