banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Mahasiswa Karimun Akan Tampilkan “TARIAN MELAYU”

Mahasiswa Karimun Akan Tampilkan “TARIAN MELAYU”
Mahasiswa dari organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Jogjakarta (KPMKR-KKJ) di Asrama Tapak Badang, Kabupaten Karimun,di Yogyakarta. (Foto : Ist)
– Di Even Bertaraf Internasional.

SIJORIKEPRI.COM, SURAKARTA — Sanggar Selendang Delime (SSD) yang merupakan Lembaga Semi Otonom dari organisasi Keluarga Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau Kabupaten Karimun Jogjakarta (KPMKR-KKJ), akan turut serta unjuk kemampuan dengan berpartisipasi pada event yang bersifat Internasional. Hal tersebut diungkapkan Nurlaili Izzati, selaku Humas KPMKR-KKJ lewat selularnya, Minggu, (15/04/2018).

Nurlaili juga menyampaikan, apa yang dijelaskan Fandy Tamara, selaku Manager SSD, bahwa dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia (World Dance Day) Ke 12, yang jatuh pada Hari Minggu, 29 April 2018, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengadakan agenda rutin setiap tahunnya berupa event Solo 24 Jam Menari.

“Adapun pada tahun ini ISI Surakarta mengangkat tema “Tubuh dan Peradaban”. Event ini akan dihadiri oleh banyak pelaku seni, khususnya seni tari yang datang dari segala penjuru Nusantara maupun dunia Internasional,” ujar Nurlaili.

Pada kesempatan kali ini, lanjutnya, Sanggar Selendang Delime (SSD) akan menampilkan tari kreasi melayu yang mengangkat beberapa gerakan dasar tarian melayu seperti Zapin, Joget dan Lenggang melayu.Tarian ini kemudian diberi dengan judul “Sapu Laman”.

“Pada tahun sebelumnya, Sanggar Selendang Delime juga telah berpartisipasi dalam event internasional ini,” ungkapnya.

Berbekal dari pengalaman tahun sebelumnya, maka pada tahun kedua ini, SSD kembali berusaha untuk bisa berpartisipasi pada event bergengsi yang diadakan oleh kampus Institut Seni Surakarta. Tahun ini SSD membawa tujuh penari, delapan pemusik dan tim produksi WDD 2018, yang seluruhnya merupakan mahasiswa dari Kabupaten Karimun yang menuntut ilmu di Yogyakarta.

Para pelaku seni SSD yang notabene merupakan mahasiswa baru, telah berproses lebih kurang dua bulan hingga menjelang pementasan pada 29 April 2018.

“Penerjunan pelaku seni baru pada event ini, bertujuan untuk mempersiapkan mental dan menambah pengalaman bagi mereka yang merupakan mahasiswa Karimun di Yogyakarta, serta sebagai wujud regenerasi pelaku seni, khususnya bidang musik dan tari melayu,” paparnya.

Tambah Nurlaili, meneruskan ucapan Fandy Tamara di Asrama Tapak Badang Kabupaten Karimun-Jogjakarta, Jalan Seturan Gang UKDW No 21, Asrama Putra Tapak Badang, Kabupaten Karimun, Sleman, DI Yogyakarta (55281), mengatakan, segenap pengurus dan pelaku SSD akan berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik.

“Karena ini merupakan kesempatan bagi kami sebagai mahasiswa Karimun untuk mengenalkan dan mempromosikan seni dan budaya melayu Kabupaten Karimun pada seluruh penonton yang hadir nantinya,” ujarnya.

Nurlaili juga menyampaikan apa yang dikatakan Aziz Efendi Lubis, selaku Ketua Umum KPMKR-KKJ, menjelaskan, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun dan seluruh masyarakat di Karimun, diharapkan SSD bisa membawa dan mengharumkan nama Kabupaten Karimun di tanah rantau. (fik/r)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan