banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Masyarakat Bandarsyah Ujung “RESAH”

Masyarakat Bandarsyah Ujung “RESAH”
Personil Satpol PP Natuna, saat menjumpai Pengusaha Ternak ayam dan bebek di wilayah Kelurahan Bandarsyah. (Foto : Ist)


Masyarakat Bandarsyah Ujung “RESAH”

sijorikepri.com, NATUNA — Kasatpol PP Natuna, Dodi Nuryadi S.STP M.Si, kerahkan anggotanya melakukan pengecekan terhadap keberadaan salah satu kandang ayam/bebek yang diduga meresahkan masyarakat Bandarsyah Ujung, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu, (02/05/2018), sore.

Sebelum turun ke lapangan, sekira pukul 15.30 WIB, terlebih dulu melaksanakan Apel Persiapan Personil Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Kabid Penegak Perda, Wendryadi S.Sos, terkait adanya gangguan lingkungan akibat pengusahaan ternak ayam/bebek milik Pardiono (Acang) di wilayah Kelurahan Bandarsyah.

Dalam Apel persiapan, Kabid Penegak Perda, Wendryadi, menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindakan peninjauan ke lokasi, terkait adanya laporan dari Kelurahan Bandarsyah dan upaya/tindakan yang selanjutnya akan dilakukan Satpol PP apabila melanggar Perda.

Kemudian, Wendryadi, juga menghimbau kepada anggota yang turun bertugas agar tidak arogan dilapangan.

Usai melaksanakan Apel, personil Satpol PP bergerak dari Mako Satpol PP menuju lokasi ternak ayam/bebek milik Pardiono (Acang)

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan, terungkap bahwa, usaha kandang ayam/bebek tersebut belum memiliki izin.

Lebih lanjut, Wendryadi, mengatakan, sesuai dengan fakta lapangan, kandang ayam/bebek milik Acang ini kerap menimbulkan bau tak sedap akibat limbah yang ditimbulkan ayam dan bebek tersebut, sehingga memicu serbuan lalat di kawasan pemukiman masyarakat, bahkan ayam dan bebek sering berkeliaran dimana-mana.

Terkait pelanggaran tersebut, ujar Wendryadi, Acang pemilik usaha kandang ayam/bebek ini bisa dikenakan sangsi mengarah ke Perda tentang izin dan Tibum tentang gangguan limbah.

Kemudian, Wendryadi memberikan teguran kepada Acang, sekaligus menjelaskan tahapan yang akan dilakukan terhadap usahanya. Dalam hal ini, Acang sebagai pemilik kandang ayam/bebek tersebut menerima upaya yang dilakukan Satpol PP.

Usai peninjauan di lapangan, personil Satpol PP kembali ke Mako Satpol PP untuk merumuskan sangsi yang akan diberikan kepada Acang.

Dalam upaya Negoisasi tersebut Kabid Penegak Perda, Wendryadi, menegaskan akan memberikan SP 1 (surat peringatan pertama) dalam jangka waktu selama 3 hari, agar Acang memindahkan ternaknya.

“Apabila SP 1 tidak dindahkan akan diberikan SP 2 dengan jangka waktu satu hari, kemudian apabila masih tidak diindahkan juga akan diberikan SP 3 dengan jangka waktu 1 x 24 jam, selanjutnya akan dilakukan tindakan penggusuran,” terangnya.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, Kabid Penegak Perda Satpol PP, Kasi Pengolah Data Intelijen Satpol PP, Plt Lurah Bandarsyah, dan Personil Pleton Patroli.

Personil yang dikerahkan sebanyak 15 orang, dimana selama kegiatan berlangsung situasi berjalan dengan aman dan tertib. (nard/r)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan