banner 740x400

banner 740x400

Mau Lakukan Pencabulan “DI TOKO LAUNDY SEI JANG GAGAL”

Mau Lakukan Pencabulan “DI TOKO LAUNDY SEI JANG GAGAL”
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Besari, Ipda Raja Vindo dan Humas Polres Iptu Arianto, memberikan keterangan pers. (Foto : Untung/Munsyi Bagus Utama)
– Pelaku Keburu Keluarkan Sperma-nya.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Entah Setan mana yang merasuk ke pikiran Dianto (27), hingga tega melakukan tindakan asusila kepada NSS (16), yang sebelumnya memaksa, agar diberikan uang yang ada di laci Toko Laundy yang di jaga korban, di Sei Jang, Tanjungpinang, pada Sabtu, (13/05/2017).

Dalam rilis yang disampaikan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Besari, Ipda Raja Vindo dan Humas Polres Iptu Arianto, memaparkan kronologis kejadiannya, dimana pelaku yang mantan sales minuman itu masuk kedalam Toko Laundy dengan berpura-pura menawarkan pakaian impor via online.

“Karena mengetahui tidak ada orang lain dan korban sendirian, pelaku meminta uang secara paksa kepada korban dengan menodongkan gunting. Disebabkan tidak ada kunci laci tempat penyimpanan uang, korban terpaksa memberikan uang seadanya,” ungkap Joko, dalam rilisnya, di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu, (20/05/2017).

Tak hanya sampai disitu, Joko memaparkan, pecandu game online itu, malah menggiring gadis dibawah umur yang baru itu ke kamar mandi untuk dicabuli.

“Dikamar mandi pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan, namun gagal karena pelaku sudah keburu mengeluarkan sperma, hingga korban terhindar dari kebejatan pelaku,” papar Joko.

Kemudian lanjut Joko, usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan korban begitu saja, dan kemudian korban memanggil mamanya, serta menceritakan semua kejadian yang menimpa korban.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian kemaluan, kepala sebelak kanan, dan siku lengan tangan sebelah kiri, serta uang sebesar Rp 120.000,- (seratus dua puluh ribu rupiah),” imbuhnya.

Menurut penjelasan Raja Vindho, pelaku mengeluarkan gunting sambil meminta uang secara paksa kepada korban.

“Pelaku mengatakan ada uang nggak! Tapi korban menjawab tak ada uang. Kemudian pelaku minta dibukakan laci uangnya. Lalu korban bilang kuncinya tak ada. Kemudian pelaku membawa korban ke kamar mandi,” ungkap Raja Vindho.

Anehnya sambung Joko, dihari yang sama pelaku sempat juga melakukan aksi dengan modus serupa terhadap AAP di sebuah toko pakaian yang berlokasi di KM 9, Jalan Raja Haji Fisabililah, pada Pukul 10:00 WIB.

“Kemudian pelaku meminta pin BB korban, dan mengambil pena, serta mengikuti korban dari belakang dan menodongkan gunting,” imbuhnya.

Lanjut Joko, kemudian pada hari Selasa, (16/05/2017) sekitar Pukul 10:00 WIB, anggota Reskrim Polsek Bukit Bestari dibawah pimpinan Ipda Raja Vindho melakukan penyelidikan, dan didapati informasi dari masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan, diketahui keberadaan pelaku dirumahnya di Jalan Pelantar IV, Kelurahan Kamboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

“Polisi langsung melakukan penangkapan, dan pada hari itu juga polisi membawa pelaku ke Polsek Bukit Bestaari guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka Dianto dijerat dengan Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 (lima belas) tahun penjara, dan Pasal 365 ayat (1) KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 9 (sembilan) tahun penjara. (SK-MU)

 

Tags: , ,
banner

banner 740x400

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

LAGU SPECIAL UNTUK PEMBACA SIJORI KEPRI

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan