banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Media Harus Mampu Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Media Harus Mampu Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0
HUT Ke 31 Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) menggelar Peluncuran Buku UKW Ke 3 dan Diskusi bertajuk Bisnis Media pada Revolusi Industri 4.0. (Foto : Wak Min)

-Sempena Hari Jadi LPDS ke 31.


SIJORIKEPRI.COM, JAKARTA — Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) menggelar Peringatan hari jadi ke 31, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019). Salah satu agenda adalah diskusi bertajuk Bisnis Media pada Revolusi Industri 4.0. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, mengatakan, perubahan dan pembaharuan menjadi kunci bagi media untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Sebab, media berpacu dengan zaman, agar tidak tergerus dengan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Saya kira, kata kuncinya perubahan. Ke depan, perubahan mengarah ke teknologi. Teknologi sudah melekat,” Kata Mohammad Nuh, dalam pemaparannya.

Selain itu, kata dia, media massa perlu memerhatikan perkembangan pasar dalam menyajikan pemberitaan. Sesekali media perlu berkompromi untuk menyajikan berita sesuai keinginan pasar.

“Bukan pembeli mengikuti penjual. Penjual mengikuti pembeli. Karena itu, saya tertarik dengan ucapan Carles Darwin. Bukan yang paling kuat dan pintar bertahan, tetapi siapa yang bisa merespons perubahan,” ucap dia.

Mantan Mendikbud ini tidak ingin nasib media seperti layaknya produk Kodak dan Nokia. Di masanya, Kodak sempat berjaya dengan merajai industri rol film.

Begitu pun dengan Nokia. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memakai ponsel merek asal Finlandia tersebut. Bahkan, Nokia menjadi ponsel idaman bagi rakyat Indonesia di masanya.

Memperingati hari jadi Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) ke 31 di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hadir pembIcara Toriq Hadad, Dirut Tim TBK dan Tri Agung Kristanto dari Kompas.

“Bagaimana merespon era baru, penerbit media harus bergantung pada pembaca yang membayar konten bermutu. Penentu hidup mati media adalah pembaca,” ungkap Toriq Hadad dalam pemaparannya.

Artinya, sambung dia, media bisa hidup jika mampu menghadirkan berita dan data yang bermutu, serta informasi costumized yang tidak dimiliki penerbit lain.

“Eksprimen perlu, tapi kesehatan finansial nomor satu,” tukasnya.

Sementara petinggi Kompas, Tri Agung Kristanto, dalam pemaparannya banyak menyampaikan perkembangan media online di tanah air. Dikatakan bahwa, Kompas sendiri sudah memulai sejak tahun 1995 kompas cyber media, dan terus berkembang dalam penyajian sesuai kebutuhan pasar.

“Trend belanja iklan melalui media digital dari pelaku usaha terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena media harus me-leverage bisnis,” ulasnya. (Wak Min)

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan