banner 740x400

banner 740x400

Merinding, Tragedi Pompong 21 Agustus 2016 “JADI JUDUL TARIAN”

Merinding, Tragedi Pompong 21 Agustus 2016 “JADI JUDUL TARIAN”
Tarian Tragedi Pompong. (Foto : Munsyi Bagus Utama)

TANJUNGPINANG (SK) — Tragedi Pompong di Perairan antara Tanjungpinang dan Penyengat, 21 Agustus lalu, menjadi inspirarasi kepada salah satu seniman Tanjungpinang, Hari Ari, untuk diekspresikan dalam semuah tarian, yang ditampilkan saat mengisi acara Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) IX, di Gedung Gonggong Tanjungpinang, Sabtu, (17/12/2016), malam.

Pada tarian yang di tata oleh Said Febrian, dengan diiringi musik Riky Maulana Cs, dan empat orang penari itu, menggambarkan suatu bingkai luka yang mendalam.

“Diantara nafas yang terengap,..,.Tangis yang tersekat,.,menenggelamkan mimpi.,,.,hilang bersama derasnya arus,” lirih Hari, Melatari di sela-sela tarian.

Para penonton yang menyaksikan pada malam itu terdiam sejenak, kembali teringat peristiwa tenggelamnya pompong yang menewaskan 15 orang itu, terlebih saat Hari melafaskan kata-kata latar berikutnya diantara tarian itu.

“Laut kita saksi kita…………. Pernah ada setanjung tangis di antara gelombang dan buih yang keras menghempas……… Memecah mimpi yg tak terlupakan…………………….. Menjadi satu bingkai luka duka,” lanjut Hari dengan suara yang tersekat.

Pada acara itu hadir juga senior budayawan Rida K Liamsi, Husnizar Hood, Teja Alhabd, dan puluhan para penyair Nusantara, dan Asia Tenggara. (SK-MU/C)


Tarian Tragedi Pompong

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan