banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Minta Sumbangan, Dua Pria Ini Nekat Gunakan Senjata Tajam

Minta Sumbangan, Dua Pria Ini Nekat Gunakan Senjata Tajam
M dan PS, warga Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan yang diamankan Polsek Bintan Timur. (Foto : Hadi)

banner 740x400

banner 740x400


Minta Sumbangan, Dua Pria Ini Nekat Gunakan Senjata Tajam

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Entah apa yang ada dipikiran M dan PS, warga Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan ini. Pasalnya, mereka nekat minta sumbangan, tapi salah seorang membawa senjata tajam.

Mudus yang mereka gunakan, meminta sumbangan untuk salah satu panti asuhan yang ada di Lampung dengan cara mengutipnya dari rumah ke rumah yang berdomisili di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Namun, entah apa pasalnya salah seorang membawa senjata tajam. Saat ini, dua pelaku ini telah diamankan Bhabinkamtibmas, serta warga RT 001/RW 002, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, sekira pukul 12.50 WIB, Sabtu, (26/5/2019).

”Saat diinterogasi, M dan PS minta sumbangan dari rumah ke rumah. Modusnya menggunakan nama salah satu Yayasan Panti Jompo di lampung,” beber warga yang enggan namanya dipublikasikan.

Bhabinkamtibmas Sei Lekop, mengatakan pelaku telah diamankan di kantor Polsek Bintan Timur untuk dimintai keterangan.

“Kita akan terus lakukan penelusuran, apakah ini jaringan atau perorangan. Jika memang ada jaringannya, kita akan tangkap,” katanya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari Kapolsek Bintan Timur melalui Kanitreskrim IPDA, Moh Fajri Firmansyah S.Tr.K, mengatakan, perkembangan tentang diamankannya dua orang yang meminta sumbangan kepada warga Kelurahan Sei Lekop tanpa izin perangkat daerah setempat, dengan alasan untuk membantu yayasan lanjut usia di Provinsi Lampung.

Terhadap PS (22) warga Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya didapati membawa parang dengan panjang sekira 40 cm pada saat meminta sumbangan, dengan alasan untuk berjaga-jaga dan masih dalam proses penyidikan, dengan dugaan melakukan tindak pidana.

“Tanpa hak menguasai, membawa atau menyimpan senjata penikam atau senjata penusuk, sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17 ) dan UU Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948 (UU Drt. No. 12/1951) dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Sementara itu, M (46) mengajak PS untuk meminta sumbangan kepada masyarakat, namun tidak mengetahui bahwa PS membawa parang saat meminta sumbangan kepada masyarakat, dan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dan M telah diserahkan kepada pihak Satpol PP Kabupaten Bintan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

“Memang dia gak bawa senjata tajam, namun melanggar Perda. Sementara PS kita proses pidana,” pungkasnya. (Wak Tar/CR-01)

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan