banner 740x400

banner 740x400

NGESTI YUNI : Kekerasan Perempuan dan Anak “PERLU DAPAT PERHATIAN SERIUS”

NGESTI YUNI : Kekerasan Perempuan dan Anak “PERLU DAPAT PERHATIAN SERIUS”
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dan Peserta Pelatihan Kader Desa/Kelurahan Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. (Foto : Bernard Simatupang)
– Pelatihan Kader Desa/Kelurahan Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2017.

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Wakil Bupati Natuna, Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti, MA, yang didampingi Ketua P2TP2A Provinsi Kepri, Sofiar(sebagai nara sumber) membuka secara resmi Pelatihan Kader Desa/Kelurahan Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2017, yang diadakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Serindit, Kabupaten Natuna, di Aula Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, Selasa, (08/08/2017).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, yang juga bertindak sebagai Ketua PP2TP2A Natuna, dalam paparannya mengatakan, gambaran secara garis besar tentang permasalahan tindak kekerasan bagi perempuan dan anak merupakan tindakan yang melanggar, menghambat, meniadakan, dan mengabaikan hak asasi, serta merupakan kejahatan kemanusiaan.

Oleh karena itu, kata Ngesti, perlu tindakan pencegahan dengan meningkatkan kualitas SDM pendamping perempuan dan anak korban kekerasan.

Bahwa selama ini, lanjut Ngesti, terjadi banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang perlu mendapatkan perhatian secara serius dari semua pihak.

Berbagai macam kekerasan yang terjadi antara lain, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, eksploitasi seksual, dan perdagangan orang (khususnya perempuan dan anak).

Jenis kekerasan yang sering terjadi adalah kekerasan meliputi fisik, ekonomi, sosial, fsikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga.

Walaupun sudah banyak upaya dari berbagai pihak, jelas Ngesti, namun masih banyak kendala yang kita hadapi, seperti, belum maksimalnya penegakan hukum, belum maksimalnya kerja sama dengan aparat penegak hukum, sehingga sering terjadi perbedaan persepsi dalam pengimplementasiannya.

Dalam penanganan perkara, ujar Ngesti, masih terdapat banyak variasi masalah dan hambatan baik itu dari pihak korban, maupun dari pihak pelaku.

Peran lembaga masyarakat, ucap Ngesti lagi, dalam hal ini peran P2TP2A dalam penanganan perlindungan korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah cukup proaktif dan dilakukan secara terpadu dengan pihak-pihak terkait (baik SKPD maupun swasta).

“Untuk mengurangi bahkan menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu digalakkan upaya pencegahan dengan melalui sosialisasi dan advokasi kepada semua lapisan masyarakat, dan menggiatkan peran serta masyarakat secara optimal,” tutup Wabup, Ngesti. (SK-Nard)

 

Tags: , , , ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan