banner 740x400

banner 740x400

Paket Murah Meriah, “MODUS PENIPUAN PERUSAHAAN TELKOMSEL ?”

Paket Murah Meriah, “MODUS PENIPUAN PERUSAHAAN TELKOMSEL ?”
Pelaporan oleh wartawan ke Grapari Telkomsel Natuna. (Foto : Bernard Simatupang
–  Arogansi Bos GraPari Telkomsel Natuna, “TANTANG WARTAWAN LAPOR POLISI”

SIJORIKEPRI.COM, NATUNA — Wartawan Harian Jayapos Biro Natuna, Rianto Saut Halomoan Sianipar (23), resmi laporkan Bos Grapari Telkomsel Natuna, Devi, ke Mapolres Natuna, Kamis, (29/06/2017).

Perusahaan Telkomsel, merupakan anak perusahaan PT Telkom dan Singapore Telecomunications, sebagai pemegang saham dan perusahaan bonafit, tak ayal dirinya (Telkomsel) mengklaim memiliki ratusan juta pelanggan.

Bahkan, 41 macam penghargaan, di sabet dalam kurun waktu 16 tahun, mulai tahun 1995 hingga 2011. Penghargaan tersebut tampaknya patut dipertanyakan, jika di telisik sejumlah kinerja oknum pegawai telkomsel, khususnya daerah kota medan, tepatnya di Grapari Telkomsel Medan Selecta, Gedung Selecta Lt.1 Jalan Listrik No 2.

Ketidak profesionalan oknum pegawai Telkomsel sangat jelas, kala Wartawan Koran Harian Jayapos, Rian, melakukan pelaporan atas dugaan pemotongan tarif pulsa normal, pada saat mengaktifkan akses internet, tanggal 7 Juny 2017, jam 20:30 WIB yang lalu.

Sebelumnya, tanggal 5 Juni 2017, Rian, Wartawan Harian Jayapos ini membeli paket promo murah meriah, di *888#, pada kartu simpati LOOP. Paket internet tersebut seharga Rp 65.000, dengan rincian, 2GB+ 2GB 4G+ 2GB (00-07) dan 4GB (music, game, chat)/30 hari + ekstra TCASH. Dua hari berselang, tepatnya 7 Juny 2017, sekitar jam 15:00, 2 GB paket flas pada kuota internet habis, dan langsung mendapat pemberitahuan dari 3636. Merasa masih memiliki paket 4 GB ( Musik, Chat, Game), wartawan Koran ini, kembali mengaktifkan akses internet dan membuka game (Clash of Clans) 30 menit kemudian. Sontak, ada pemberitahuan dari 3636, bahwa pelanggan memakai tarif pulsa normal.

Kejadian pemotongan pulsa tersebut terjadi berulang kali, kala wartawan Koran ini, sering mengaktifkan akses internet. Merasa tidak nyaman atas pemotongan tak berdasar tersebut, Rian, menghubungi pihak Call Center Telkomsel, layanan pengaduan di 188, dan mengikuti semua petunjuk.

Saat pelaporan, pihak call center meminta pelanggan untuk menceritakan kronologis kejadian, dan berjanji memproses dalam 4 hari kerja. Sejak tanggal 7 Juni hingga 10 juni, Rian tak henti- henti menghubungi pihak call center, meminta jawaban, lantaran kerugian yang di timbulkan sangat besar, baik dari segi materi, waktu, dan kinerja sebagai wartawan jelas sangat terganggu.

Sayangnya, tanggal 10 Juny, tepatnya jam 11:00 WIB, pihak costumer servis handling (Telkomsel) mengabarkan, pemotongan sudah sesuai karena pelanggan melakukan akses internet di luar aplikasi promo, sehingga terjadi pemotongan. Setelah Rian croscek kembali, Promo Telkomsel dan aplikasi di handphon wartawan Koran ini sesuai dan tidak ada pembukaan aplikasi di luar aplikasi paket promo.

Merasa dikibuli, Rian, meminta pihak telkomsel mengirimkan hasil laporan ke email. Namun, sang operator costumer servis berdalih, di luar kewenangan pelanggan. Sempat terjadi adu mulut, dan akhirnya pihak costumer service menyarankan agar bersabar menunggu, karena persoalan ini akan di laporkan kembali ke pusat.

Tepatnya tanggal 27 Juny, pihak costumer servis handling, menghubungi dan menyarankan agar pelanggan melengkapi data sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Grapari terdekat, setelah itu, pemotongan pulsa tariff normal, akan di refund (Kembalikan), dan segera hubungi pihak call center di 188. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18:30, dan 22:17, melalui pesan singkat.

Merasa tertipu, dan tidak senang atas jawaban tersebut, Rian menghubungi call center dan meminta pertanggung jawaban atas kerugian yang dialami selama menunggu kasus ini selesai. Miris, Sulaiman, sang pimpinan layanan pengaduan telkomsel wilayah kota Medan ini tak bergeming.

Atas nama Telkomsel, Sulaiman, hanya meminta maaf atas kejadian ini, dan meminta agar pelanggan tidak melapor polisi dan media, atas tindak “penipuan” tersebut.

Kabar burung beredar, perusahaan bonafit itu, banyak actor dibalik layar alias banyak “backing”. Soalnya, saat pimpinan Grapari Telkomsel Kabupaten Natuna, Devi di konfirmasi, Kamis (29/06/2017), Ia “menantang” wartawan Koran ini, sekaligus rekan-rekan media lainnya melapor kepolisi.

“Lapor saja polisi”, ucapnya arogan. Kejadian ini bermula saat puluhan rekan-rekan media menyambangi kantor Grapari telkomsel Kamis, 29 Juni 2017.

Sungguh terlalu. Seorang pimpinan melupakan kode etiknya melayani pelanggan setia Telkomsel. Padahal, tampa ia sadari, sebahagian pemasukan perusahaan bonafit tersebut, berasal dari pembelian pulsa atau sejenisnya oleh ratusan juta pelanggan Telkomsel.

Demi mencari keadilan dan ingin membuktikan, siapa actor di balik “backing” Telkomsel yang konon “kebal hukum”, Wartawan Koran ini, bersama rekan-rekan seprofesinya resmi membuat laporan terhadap pihak kepolisian dengan nomor : SLTP/49/I/2017/SPKT/NTN. Penerima laporan Manuasa F Hutasoit, BRIGADIR POLISI DUA NRP 93110999.

Pihak kepolisia langsung bergerak cepat, pada hari itu juga tepatnya tanggal 29 Juni 2017, Polisi langsung membuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Demi melengkapi alat bukti, wartawan Koran ini, sebelumnya tepatnya di tanggal 28 Juni sudah meminta kronologis kejadian ke pihak call senter, atas nama Prayogi, sebagai alat bukti kuat, “kasus penipuan”, perusahaan ternama Telkomsel tersebut.

Kita berharap keadilan dapat di tegakkan, dan wartawan khususnya di Kabupaten Natuna, siap menggiring kasus ini sampai tuntas. Karena selain Rian, masih banyak pelanggan setia Telkomsel lainnya dirugikan. (SK-Nard)

 

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan