banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Pedagang ‘Nakal’ Akan Didenda Rp 5 Miliar

Pedagang ‘Nakal’ Akan Didenda Rp 5 Miliar
Pedagang 'Nakal' Akan Didenda Rp 5 Miliar (Foto:DER)

– Terkait Permen Tentang Larangan Minuman Beralkohol.

BINTAN (SK) — Larangan memperjual-belikan minuman beralkohol (Mikol) golongan A dikawasan minimarket yang telah diatur oleh Peraturan Menteri (Permen) Nomor 6 Tahun 2015 pada 16 April 2015 mendatang. Nampaknya sudah harus menjadi perhatian serius seluruh pedagang.

Tidak hanya penjual di Minimarket, pedagang kaki lima dan warung-warung kecil yang biasa menjual minuman dengan kadar alkohol dibawah 5 persen itu, harus segera menarik seluruh barang dagangannya sebelum batas waktu tersebut.

Jika kedapatan masih ada pedagang ‘nakal’ yang dengan sengaja mengedarkan mikol golongan A, B dan C kepada masyarakat umum. Dalam hal ini, instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bintan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan, tidak akan mentolerir para pedagangan yang membandel.

“Kalau kedapatan nantinya masih ada pedagang yang menjual Mikol, tindakan seperti pencabutan izin usaha, dan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan akan diancam satu tahun penjara dan/atau denda sebesar Rp 5 miliar,” tegas Setia Kurniawan selaku Penyidik Perdagangan Disperindag Bintan, Selasa (14/4/2015).

Namun demikian, pria yang akrab disapa Iwan itu memastikan, untuk swalayan yang ada dikawasan Bintan Utara, Toapaya dan Bintan Timur, secara keseluruhan sudah tidak ada lagi yang menjual mikol golongan A. Karena, selama ini dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang pengawasan minuman beralkohol, sudah diberlakukan jauh sebelum Permen Nomor 6 Tahun 2015 tersebut.

“Sebelum Peraturan Menteri itu, kita di Bintan sudah menerapkan Perda soal peredaran minuman beralkohol itu. Jadi surat edaran yang sudah disebarkan Satpol PP Bintan kepada sejumlah pedagang di Bintan, saya rasa sudah berjalan efektif, dan hampir pedagang saat ini sudah patuh dengan Perda kita,” terang Iwan menambahkan.

Hal senada juga dikatakan, Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Bintan, Hasrul Dafri. Menurutnya, dalam Perda Bintan tentang pengawasan mikol di Bintan memang sudah sangat jelas, dimana mikol golongan A, B, dan C dilarang diedarkan kecuali pada kawasan hotel berbintang seperti dikawasan Lagoi dan Lobam.

Meskipun dalam Perda Bintan telah diatur sangsi pidananya dengan ancaman kurungan 6 bulan penjara atau denda uang sebesar Rp 50 juta, bagi para pedagang yang masih membandel menjual mikol kepada masyarakat. Namun Hasrul menyebutkan, persoalan pelanggaran pidana akan dilimpahkan kepada sesuai dengan Undang-Undang perdagangan yang berlaku.

“Tergantung akan dilarikan ke pelanggaran Perda atau Undang-Undang perdagangan, kalau biasanya masalah pidana akan dilimpahkan kepada Undang-Undang perdagangan,” sebut Hasrul.

Selain itu juga, pria yang menyandang status sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bintan itu mengatakan, secepatnya akan melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintahan Bintan serta dengan jajaran FKPD Bintan untuk membahas dalam melakukan penertiban nantinya.

Untuk itu, Hasrul menghimbau, agar pedagang yang masih menjual minuman alkohol berbagai golongan untuk segera menarik seluruh barang dagangan itu. Karena, sanksi yang telah diatur dalam Undang-Undang perdagang sudah sangat jelas dan tidak bisa ditawar-tawar.

“Ya, kepada para pedagang agar segera menarik minuman yang beralkohol. Karena bila tidak, kami tetap akan menerapkan sanksi hukum yang didukung dengan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2015 itu,” tegas Hasrul. (SK-DER)

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan