banner 740x400

banner 740x400

Pedagang Tradisional Keluhkan “KONDISI PASAR BARU KE WAKO”

Pedagang Tradisional Keluhkan “KONDISI PASAR BARU KE WAKO”
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat berdialog dengan para pedagang Pasar Baru Kota Tanjungpinang. (Foto : Humpro Tanjungpinang)
– Ini Jawaban Wako Lis Darmansyah.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Pasar Baru Kota Lama Tanjungpinang merupakan pasar tradisional yang sudah ada sejak dahulu, namun seiring berjalannya waktu, pasar tradisional ini semakin sepi pembeli. Masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar-pasar modern yang bersih, nyaman, aman dan rapi.

Untuk menangani kondisi yang dikeluhkan para pedagang, Walikota (Wako) Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengedepankan cara berdialog bersama para pedagang pasar. Dialog tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Rabu, (14/06/2017), sore.

Pada dialog itu, beberapa pedagang mengeluhkan seputar sepinya pembeli, kebersihan, keamanan dan kenyamanan pasar, maraknya orang yang berjualan di lorong-lorong dan pinggir jalan hingga menata pasar ikan.

“Saat ini pasar baru sepi pembeli, mungkin masyarakat malas ke pasar karena akses jalan yang sempit, di lorong-lorong saja penuh orang berjualan,” keluh Barel, salah seorang pedagang di Pasar Baru.

Keterangan serupa juga disampaikan para pedagang lainnya. Menurut Sri Salami, di Pasar Baru II semakin sepi, pembeli mau jalan saja sulit karena jalan penuh sampah-sampah sayuran.

“Ditambah lagi, pintunya pada rusak semua, sehingga kami sering kebobolan,” ungkap Sri Salami.

Keadaan ini tentu menjadi perhatian orang nomor wahid di Tanjungpinang untuk mencari solusi agar pasar kota lama kembali semarak dengan transaksi jual beli.

“Saya memanggil bapak/ibu, agar kita bisa berdiskusi. Saya ingin tahu persis kondisi pasar, apa saja masalah, dan yang dibutuhkan pedagang, sehingga kita bisa menindaklanjutinya. Yang penting kita sepakat dan komitmen untuk kembalikan fungsi pasar yang nyaman, bersih, akses jalan mudah, dan tak ada lagi aksi preman pasar,” kata Walikota.

Walikota Lis Darmansyah juga mengungkapkan, rencananya setelah lebaran, Pasar Baru akan dibenahi, mulai dari akses jalan untuk memudahkan pembeli keluar masuk pasar, sebelumnya para pedagang yang berjualan di lorong-lorong pasar dan pinggir jalan akan kita rapikan untuk melancarkan kegiatan pasar.

“Saya minta BUMD inventarisir para pedagang, buat surat batas waktu sampai habis lebaran nanti. BUMD harus ambil langkah kongkrit untuk atasi masalah ini, cari tempat sementara untuk pedagang hingga Pasar Baru selesai dibenahi,” ungkapnya.

Walikota menginginkan, asosiasi pedagang bisa menjadi penyambung lidah dan mendengar keluhan para pedagang, sehingga masalah yang bisa diperbaiki dan ditindaklanjuti.

“InsyaAllah semua akan kita benahi, BUMD sendiri tak perlu nunggu untuk memperbaiki pintu-pintu yang rusak dan penataaan pasar ikan, segera tindaklanjuti,” tegasnya.

Terkait sewa menyewa kios/tempat jual ikan nanti kita buat sistemnya. Misalnya, melalui sistem online, jadi tidak ketemu orangnya langsung supaya adil bagi semua pedagang,” katanya, diikuti tepuk tangan dan teriakan setuju dari para pedagang.

Pria berkulit coklat ini, bertekad untuk menghidupkan kembali pasar kota lama dengan cara-cara kreatif.

“Pasar kota lama tak boleh mati. Rencananya dari Jalan Merdeka sampai Jalan Tengku Umar akan ada Mobil Toko atau “Moko”. Konsepnya Tanjungpinang Night Market yang dibuka mulai pukul 5 sore sampai jam 1 malam. Bagi pedagang yang berminat bisa mengajukan usulan kreditnya. Kredit yang diberikan pun murah, bapak/ibu bisa berjualan apa saja, kecuali makanan yang basahan, silahkan berjualan asal bisa menjaga kebersihan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Juramadi Esram, mengatakan, Walikota ingin berdialog dengan para pedagang, apa yang menjadi keluhan di pasar, bisa bapak/ibu sampaikan, sehingga bisa kami perbaiki dan evaluasi bersama, dan Walikota pun bisa segera menindaklanjutinya.

Juramadi berharap, kedepan, pasar tradisional bisa tertata rapi seperti pasar baru yang sudah kita rehabilitasi. InsyAllah tahun ini atau tahun depan. Kita akan rehabilitasi pasar Potong Lembu, termasuk Pasar Baru I akan kita lakukan secara bertahap melalui bantuan dana APBN dan Provinsi Kepri.

“Pasar tradisional harus bersaing dengan pasar modern, sehingga masyarakat senang berbelanja di pasar tradisional, ini tantangan bagi kami dalam melayani masyarakat, supaya pasar bisa menjadi tempat yang nyaman, aman, dan bersih,” katanya. (SK-RM/R)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan