banner 740x400

banner 740x400

Pejabat Pemprov Kepri “DITANGKAP SAAT NYABU”

Pejabat Pemprov Kepri “DITANGKAP SAAT NYABU”
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi SIK MH. (Foto : Ist/Net)
– Sehari-hari Menjabat Kabid Pertambangan Dinas ESDM.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Tanjungpinang mengamankan Kepala Bidang Pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, berinisial BS, di kediamannya, Jalan Siantan, Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Senin, (09/04/2018), sekira Pukul 22.00 WIB.

BS kedapatan tengah mengkonsumsi sabu bersama stafnya berinisial AM. Ikut diamankan barang bukti berupa alat hisap sabu (Bong) dan sisa pemakaiannya. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Tanjungpinang malam itu juga.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi SIK MH , diminta keterangan membenarkan penangkapan ini. Penangkapan pelaku berkat laporan masyarakat.

“Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan karena anggota telah siaga. Barang Bukti yang ikut diamankan cukup untuk dijadikan alat bukti,” kata Ucok, Selasa, (10/04/2018).

Hasil pengembangan, katanya, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan stafnya, AM, hanya sebagai sakti, karena hasil pemeriksaan, yang bersangkutan negatif menggunakan narkoba.

”Sebenarnya, BS telah lama jadi Target Operasional (TO) polisi. Baru Senin malam, bisa ditangkap karena barang bukti lengkap,” kata Ucok.

Ucok mengatakan, jajarannya tidak main-main dengan pelaku dan pengedar narkoba. Siapa saja yang terlibat akan disikat.

”Kita akan terus kembangkan kasus ini. Kita akan sikat siapa saja yang terlibat di dalamnya,” tegas Ucok.

Kasatnarkoba Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali, diminta keterangan belum bisa memastikan berapa berat barang haram yang dikonsumsi pelaku. Begitu pula siapa oknum lainnya yang terlibat dalam aktivitas menyesatkan ini.

Tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun dan denda Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

“Pasalnya bisa saja akan berlapis. Untuk Pasal 112 ancaman minimal 5 tahun sampai 20 tahun, untuk Pasal 127 ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 4 tahun,” kata Efendri Ali. (zek)

 

Tags:
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan