banner 740x400

banner 740x400

Pelaku Diancam Penjara 5 Hingga 15 Tahun

Pelaku Diancam Penjara 5 Hingga 15 Tahun
Pelaku dugaan percobaan pencabulan anak bawah umur di Tambelan, berinisial OF (16), didampingi ibu dan adiknya, saat diperiksa Polres Bintan. (Foto : Ist)


Pelaku Diancam Penjara 5 Hingga 15 Tahun
– Kasus Dugaan Percobaan Pencabulan Anak Bawah Umur di Tambelan.

SIJORIKEPRI.COM, BINTAN — Dugaan kasus pencabulan, yang dialami gadis belia berinisial ZR (14), yang masih berstatus pelajar, di salah satu sekolah di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, memasuki babak baru. Pelakunya, berinisial OF (16).

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin, menyampaikan, polisi serius menangani kasus ini. Kini, berkasnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukanlah oleh tersangka, sesuai dengan laporan pada Polsek Tambelan pada tanggal 11 November lalu, dan surat penangkapan pada tanggal 21 November 2019.

“Tersangka sudah diperiksa oleh penyidik, didampingi oleh pengacara. Satreskrim menunggu hasil pemeriksaan dari hasil yang dilakukan oleh BAPAS, untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” ucapnya, Jumat, (29/11/2019).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tambelan, IPDA Missyamsu Alson, mengatakan, bahwa tersangka saat ini sudah dititip di Polres Bintan untuk proses selanjutnya, dan berkas akan dikirimkan ke Kejaksaan pada hari Senin, (2/12/2019).

Lebih lanjut, Alson mengatakan, bahwa Korban yang masih pelajar kelas tiga SMP ini akan dihadirkan saat proses persidangan bersama dengan YP, yakni salah seorang saksi yang terekam CCTV pada saat berjalan bersamaan dengan pelaku ketika melewati jalan ke rumah korban.

Tersangka, berdasarkan dari hasil pemeriksaan, mengakui niatnya yang akan mencabuli korban, yakni dengan cara memanjat dari pintu jendela belakang, untuk dapat masuk ke rumah korban.

Baca Juga : Gadis Belia Ini Nyaris Jadi Korban Perkosaan

Baca Juga : Pelaku Pencobaan Perkosaan di Kirim Ke Polres Bintan

Setelah berada dalam rumah korban, sebelum tersangka masuk ke dalam kamar, terlebih dahulu menutup kepala dengan baju kaos warna orange, lalu mengambil baju kaos singlet milik orang tua korban dan melumuri minyak angin untuk membekap korban yang sedang tertidur.

Sebelum membekap korban, tersangka membuka celana jeans pendek yang dikenakannya, lalu membekap mulut dan hidung korban, kemudian korban terbangun dan memberontak sambil berteriak minta tolong, sehingga membuat pelaku panik dan melepaskan bekapannya, dan kabur meninggalkan korban, melalui pintu jendela tengah, sehingga celana milik tersangka tertinggal di rumah korban.

Barang bukti yang diamankan, 1 (satu) helai baju kaos singlet yang beraroma minyak angin, 1 (satu) helai celana jeans pendek warna biru dan kusam, serta ikat pinggang. Selanjutnya, 1 (satu) stel baju tidur korban dan 1 (satu) helai baju kaos warna orange yang digunakan pelaku menutupi wajahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka sudah diamankan di Mapolres Bintan, bersama sejumlah barang bukti.

Alson menambahkan, bahwa kasusnya sudah ditangani dan sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan dijerat pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23/2002 Undang-undang Perlindungan Anak Jo pasal 53 KUHP Jo UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. (Wak Tar)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , ,
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan