banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Pelaku Sempat Mengecek “APAKAH KORBAN TELAH TEWAS”

Pelaku Sempat Mengecek “APAKAH KORBAN TELAH TEWAS”
Rekonstruksi kasus Pembunuhan Kasir Hotel Milenium oleh Polres Karimun. (Foto : Taufik)


Pelaku Sempat Mengecek “APAKAH KORBAN TELAH TEWAS”
– Kasus Pembunuhan Kasir Hotel Milenium.

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Kepolisian Resor (Polres) Karimun menggelar rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium, di Jalan A Yani, Kelurahan Balai Kota, Kecamatan Karimun, Senin, (5/11/2018), dimana Hotel Milenium tersebut yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya Ida (23) di kamar No 202, yang sempat menggegerkan masyarakat Tanjung Balai Karimun pada 29 September 2018 silam.

Kasat Reskrim, AKP Lulik Febyantara SIK, mengatakan, dalam rekonstruksi yang berlangsung, ada 46 adegan yang dilakukan dari rencana sebelumnya hanya 45 adegan.

“Satu adegan tambahan yang dilakukan, yakni tersangka bernama M Syahyuda (20) mendekatkan telinganya pada hidung korban, untuk memastikan apakah masih bernafas atau tidak. Setelah tidak terasa ada angin keluar dari hidungnya, maka pelaku pun langsung keluar dari kamar hotel dan melarikan diri,” jelas Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, dalam memimpin rekonstruksi

Lanjutnya, tersangka melakukan pembunuhan pada adegan ke 16 sampai adegan 35. Adegan pembunuhan itu semua dilakukan di dalam kamar hotel 202 lantai dua, tempat tersangka menginap.

Dalam adegan tersebut, korban yang diperankan oleh seorang pria dari Polres Karimun masuk ke dalam kamar, kemudian korban menyapu lantai dan mengetahui dirinya sedang tidak aman, sempat akan melarikan diri, namun dicegah oleh tersangka, dengan menutup paksa pintu kamar hotel. Lalu aksi pembunuhan dilakukan dan korban terlungkup disamping tempat tidur.

“Kita menghadirkan lima orang saksi, ada satu saksi yang melihat korban keluar dari hotel. Satu saksi mendengar jeritan korban yang minta tolong, dua saksi menemukan korban di kamar 202 dan saksi pemilik hotel,” jelas Lulik.

Rekonstruksi ini, lanjutnya, dilakukan untuk menemukan suatu keyakinan, bahwasanya antara tersangka, barang bukti dan saksi-saksi saling berkaitan. Yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Rekonstruksi ini juga dihadiri oleh teman-teman dari Kejaksaan, Sehingga mereka pun tahu jalan ceritanya. Dan Polisi juga menghadirkan keluarga korban dalam hal ini ibu, paman dan abang kandung dari Ida. Namun mereka tak berani dan tak tega melihat proses rekonstruksi tersebut,” jelas Lulik.

“Tersangka diancam dengan hukuman 20 tahun penjara maksimal hukuman mati,” pungkas Lulik. (Wak Fik)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan