banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Pembangunan Waduk Sei Gesek Terbengkalai

Pembangunan Waduk Sei Gesek Terbengkalai

Dewan Prihatin 

BINTAN (SK) — DPRD Bintan prihatin pembangunan tampungan air baku untuk waduk Sei Gesek jalan Tanjung Uban km 20 Kecamatan Toapaya, Bintan bersumber dari APBN pusat yang menelan dana sekitar Rp5,104 miliar lebih terbengkalai.

Anggota Komisi III DPRD Bintan Yurioskandar mengatakan, dengan terbengkalainya pembangunan tampungan air baku di sekitar waduk tersebut, maka masyarakat sudah pasti terganggu akan ketersediaan sarana air bersih.


“Kita prihatin atas terbengkalainya pembangunan waduk ini yang belum selesai, padahal sudah ditargetkan akhir tahun lalu sudah siap dan dimanfaatkan masyarakat. Untuk itu, kita meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar menjembatani permasalahan ini supaya bisa dikerjaklan kembali,” kata Yurioskandar, Rabu (20/8).

Terkait dengan masalah pekerjaan yang belum tuntas, politisi dari partai Golkar ini lebih lanjut mengatakan bahwa secara langsung pengawasan berada di DPRD Provinsi Kepri yang lebih mengetahui pekerjaan proyek tersebut dan karena kebetulan lokasinya berada di Kabupaten Bintan, maka DPRD Bintan juga tetap mengtahuinya.

“Kita juga mendapat keluhan dari masyarakat Bintan terkait dengan pembangunan waduk ini dan kami sangat menyayangkan dengan terbengkalainya pekerjaan tersebut, karena kebutuhan masyarakat sudah jelas terganggu. Begitu juga dengan kendala lain seperti pembangunan jalan disekitar waduk tersebut masih terbengkalai, dengan jalan yang tidak rata, bergelombang dan dikhawatirkan membahayakan pengguna kendaraan yang melintas,” katanya.

Dewan lanjut dia, tetap mempertanyakan mengapa sampai hari ini pembangunan lanjutan tampungan air baku di waduk Sei Gesek terbengkalai dan belum selesai. Karena banyak masyarakat yang mempertanyakan dan mengeluhkan kepada Dewan terkait dengan pekerjaan pembangunan waduk tersebut.

Diberitakan sebelumnya Pekerjaan pembangunan lanjutan tampungan air baku di waduk Sei Gesek ini dibiayai oleh pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera IV Kementerian PU ini dari pantauan baru sekitar 20 persen dilaksanakan.

Batu miring tidak semua dikerjakan dan dilapangan pembangunan dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender dimulai sejak tanggal 14 Maret lalu dengan kontraktor yang berasal dari Jakarta ini terkesan asal jadi.

Pembangunan tampungan air baku di sekitar waduk Sei Gesek ini dikerjakan oleh PT Dutaraya Dinametro dengan konsultan supervisi PT Kurnia Teknik Konsultan ini merupakan lanjutan.

Diduga kontraktor melarikan diri dan tidak bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pembangunan tampungan air tersebut, sehingga terbengkalai. Dari informasi, kontraktor pemenang tender ini dinilai tidak sanggup mengerjakan, sehingga ditinggalkan karena dari awal pagu anggaran tersedia sebesar Rp 8 miliar lebih dengan penawaran terendah sampai Rp 5 miliar lebih.

Akhirnya, pihak kontraktor tidak mau mengambil resiko kerugian yang lebih besar dikemudian hari sehingga diduga meninggalkan pekerjaan yang masih terbengkalai ini. Namun pihak kontraktor tidak mengambil uang muka dari pekerjaan proyek ini dan belum ada kerugian negara. (hk-eza)

http://www.haluankepri.com/bintan/66881-pembangunan-waduk-sei-gesek-terbengkalai.html

Tags: ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan