banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Pengadaan Alat Transportasi Laut Disdik Lingga “TELAN KORBAN”

Pengadaan Alat Transportasi Laut Disdik Lingga “TELAN KORBAN”
Ketua DPC LAMI, Ridwan Lingga. (Foto : Ist)


Pengadaan Alat Transportasi Laut Disdik Lingga “TELAN KORBAN”

SIJORIKEPRI.COM, LINGGA — Pengadaan alat transportasi laut bagi siswa-siswi senilai Rp 538 juta pada TA 2017 di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau berakhir dramatis.

Jf dan Hr, ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai ratusan juta.

Ironisnya, Pengguna Anggaran (PA)/ Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan alat transpostasi laut tersebut hanya dijadikan saksi.

“Masih pengembangan. Nanti pembuktian dulu di persidangan sebagai saksi,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Alexander, menjawab SIJORIKEPRI.COM, belum lama ini.

Menanggapi ketimpangan itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang, Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Ridwan Lingga, mendesak Kejari Lingga segera menetapkan tersangka lainnya atas pengadaan alat transportasi laut di Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga.

”Kok hanya dijadikan saksi. Saya minta Kejari Lingga harus menelusuri tupoksi PPK kegiatan Pengadaan Pompong dan oknum lainnya, jangan hanya kontraktor dan panitia lelang yang dijadikan sebagai tersangka. Jangan yang tidak salah dijadikan tersangka, yang salah malah dibenarkan. Dan kita akan terus pantau kasus ini,” kata dia, saat dihubungi wartawan ini, Senin, (27/08/2018).

Menurutnya, kerugian negara yang ditimbulkan dari pengadaan pompong tersebut diakibatkan karena ada dugaan kelalaian pejabat pembuat komitmen yang bertugas menetapkan nilai HPS, dan saat proses serah terima barang oleh kontraktor ke Dinas Pendidikan Lingga.

“PPK kan tugasnya menetapkan nilai HPS, jadi tidak menutup kemungkinan dugaan kelebihan pembayaran tersebut disinyalir akibat dari kelalaian PPK, dan proses saat serah terima barang,” jelasnya.

Diketahui, Jf, Ketua Pokja Lelang saat ini dititipkan oleh Kejari Lingga ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang untuk menjalani persidangan. Sementara Hr belum diketahui keberadaannya dan masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Semuanya sudah diserahkan ke Bidang Intelijen Kejaksaan, dan juga sudah disampaikan ke pihak Kepolisian, jadi kami di Pidsus menunggu, siapa tahu ada informasi terkait keberadaan Hr,” ujar Alex.

Ketika disinggung proses lelang yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara senilai ratusan juta itu?

Menurut Alex, setelah dilakukan proses penyelidikan hampir tiga bulan, ditemukan beberapa pelanggaran hukum, salah satunya tindak pidana korupsi yang melibatkan beberapa pelaku.

“Ada mark-up dan dugaan korupsi dalam proses pengadaan yang dimulai dari penetapan lelang,” pungkasnya. (Sim)

 

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan