banner 740x400

banner 740x400

Penumpang Ferry MV Ceria Indomas Kedapatan Bawa Sabu

Penumpang Ferry MV Ceria Indomas Kedapatan Bawa Sabu
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) B Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Karimun. (Foto : Taufik)


Penumpang Ferry MV Ceria Indomas Kedapatan Bawa Sabu
– Barang Bukti 25 Gram, 50 Pil Ekstasi dan 99 Pil Happy Five.

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) B Tanjung Balai Karimun menggagalkan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Karimun, Indonesia, oleh tersangka H penumpang Ferry MV Ceria Indomas, Senin, (11/11/2019), sekira pukul 16.50 WIB.

Plh Kepala KPPBC TMP B TBK, Cahyo Krisnanto, didampingi Kepala Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi KPPBC TMP B TBK, Bagus Hariadi, dalam keterangan pers mengatakan, saat digeledah petugas, dari badan tersangka H ditemukan narkotika jenis Sabu seberat 25 Gram, 50 butir pil ekstasi, dan 99 butir pil Happy Five.

Dikatakan Cahyo Krisnanto, bahwa dari hasil interogasi, tersangka mengaku jika barang haram tersebut didapat dari tersangka A, di daerah Pulay Johor Malaysia, dan akan dijual kepada tersangka A, warga Karimun, dan sisanya untuk dikonsumsi pribadi.

Cahyo juga menjelaskan, kronologis kejadian, pada saat petugas KPPBC melakukan Profilling penumpang Kapal Ferry MV. Ceria Indomas, yang tiba di pelabuhan Internasional Karimun sekira Pukul 16.50 WIB pada Senin 11 November 2019 lalu.

Petugas melihat gerak-gerik tersangka H yang mencurigakan, petugas BC pelabuhan melakukan wawancara dan melakukan pemeriksaan badan, serta barang bawaannya.

Saat diperiksa, dari dilipatan lengan baju tersangka ditemukan 1 bungkusan berisi tablet merek erimin 5, diduga pil Happy Five, 1 bungkus pil abu-abu tanpa logo diduga ekstasi, dari lipatan celana dan 1 bungkusan berisi serbuk kristal putih diduga Sabu, yang ditemukan didalam dompet saku celana tersangka.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 102 huruf e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan Pasal 113 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika,” tegas Cahyo.

“Kini kasusnya telah dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Karimun untuk proses selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNK Kabupaten Karimun, Kompol Ahmad Soleh, mengatakan, Kasus Narkoba merupakan tertinggi di Kabupaten Karimun dibandingkan kasus lain.

“Kalau kita lihat mengacu data kasus yang disidangkan di Pengadilan Negeri Karimun, peredaran Narkoba sudah merata, lebih tinggi dari kasus lainnya. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” ujarnya kepada SIJORIKEPRI.COM, usai menghadiri press release.

“Dari jumlah barang narkotika yang H bawa tadi, kalau saya liat ini memang sudah menjadi bisnis sindikat mereka. Saran saya, kalau penumpang dari Malaysia itu, supaya selektif, selalu diperiksa, baik barangnya maupun orang-orangnya yang di geledah,” paparnya. (Wak Fik)

Click to rate this post!

[Total: 4 Average: 4.8]

Tags: ,
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan