banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Penumpang Kapal “NEKAT TERJUN KE LAUT”

Penumpang Kapal “NEKAT TERJUN KE LAUT”
Tim SAR Anambas bersama bersama awak media di Pelabuhan Desa Temburun. (Foto : Ist)
– Pelabuhan Syahbandar Tarempa Mendadak Ramai.

SIJORIKEPRI.COM, ANAMBAS — Kawasan Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), mendadak ramai, dikarenakan seorang penumpang kapal yang diduga mengalami gangguan jiwa, nekat terjun ke laut, pada Kamis, (01/03/2018), dini hari sekira pukul 03:30 WIB.

Warga yang kebetulan hendak menunggu kedatangan KM. Sabuk Nusantara 39, kaget, karena info tersebut tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan. Siantan, Tarempa.

Dari beberapa penumpang Sabuk Nusantara 39 yang sedang membicarakan kejadian aneh dini hari tersebut, salah satu diantaranya Udin (44), mengaku kenal dengan korban yang berinisial AS.

“Betul, AS melompat kelaut, karena dia (AS, Red) setahu saya mentalnya terganggu,” ungkap Udin.

Udin mengaku, menelpon adiknya di Midai, untuk menyampaikan kepada keluarga korban. Saat Udin menyampaikan kepada abang ipar korban, Ia (abang ipar korban, Red) membenarkan korban ada gangguan jiwa sejak beberapa pekan lalu.

“Sewaktu korban masih normal, (belum ada gangguan jiwa) aktivitas sehari-hari bekerja di hutan, dan selalu menebang kayu. Mitos yang berkembang, kemungkinan disitu dia kesambai/kesambet,” kata Udin.

Sementara nelayan Desa Batubelah, Ag (25), saat dijumpai oleh awak media ini di pelabuhan Desa Temburun, usai mengantar korban menggunakan KM Sipa, menceritakan, saat ia sedang memancing ikan, mendengar suara minta tolong.

“Saat kami temukan, korban di laut dalam kondisi mengapung, karena saat itu korban menggunakan Ring Boy, dan dalam kondisi sehat, tidak ada cacat sedikit pun,” ungkap tekong KM Sipa tersebut.

“Katuhnya korban dari Pulau Penjalin, jaraknya sekira 47,7 Mill, dengan posisi N. 39. 2° 58. 391, E. 107°57. 884,” terang Ag.

Lanjutnya, saat ditemukan, korban mengenakan celana dalam warna abu-abu dan selajutnya korban dibawa ke Desa Batu Belah.

“Untuk memberi pertolongan awal, dan dimandikan dan diberi pakaian lengkap, sehingga kondisi trauma korban berangsur berkurang. Kemudian, kami koordinasi dengan tim Tagana yang ada di Desa Batu Belah,” imbuhnya.

Komandan Pos SAR Tarempa, yang akrab disapa Haji, didampingi Riski, sebagai tim Resqiu bersama anggotanya, saat dikonfirmasi menjelaskan, Heading 109 dalam pelayaran dari Pulau Midai, Menuju Pulau Tarempa, Kabupaten Anambas. Korban di curigai mengalami gangguan jiwa.

“Berdasarkan data yang tim kami terima dari KM Sabuk Nusantara 39, saat tiba di Pelabuhan Tarempa, posisi korban terjun kelaut pada posisi koordinat 02′ 58′ 391″ LU – 106′ 57′ 884” BT,” katanya.

Adapun langkah-langkah yang diambil Tim SAR Tarempa, melakukan koordinasi, melaporkan, dan menginformasikan Pos Pencarian dan Pertolongan Anambas. Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, serta menghimbau kepada kapal yang melewati pada jalur tersebut, agar dapat memberikan bantuan kepada korban. Selain itu juga berkoordinasi dengan Lantamal IV Tanjungpinang, Lanal Natuna, Ka Stasiun Radio Pantai (SROP) Kijang, Ka SROP Batam, HNSI, Natuna.

“Karena Korban sudah diserahkan oleh nelayan kepihak yang berwajib ke tim Tagana yang didampingi Satpol PP, juga pihak Polsek Siantan, tentunya itu hak mereka. Kalau SOP kita, kemungkinan tentunya kita memberi pertongan ke tim medis dulu,” pungkasnya. (Rd)

 

Tags:
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan