banner 740x400

banner 740x400

Perkebunan Kurma Bakal Dibuka “DI BINTAN”

Perkebunan Kurma Bakal Dibuka “DI BINTAN”
Pengelola Koperasi Syariah Kurma Bintan, Syarwito S.Ag (Wito). (Foto : FB)
– Hasil Riset, Kurma Bisa Tumbuh di Indonesia.
– Dengan 6 Pohon Kurma, Berpotensi Menghasilkan Rp 100 Juta Lebih/Tahun.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Luar biasa, kini Kurma yang identik dengan tanaman yang hanya hidup dan berbuah didaerah gurun pasir, sebagaimana yang kita ketahui, tetapi saat ini Kurma bisa tumbuh dan berbuah di daerah tropis .

Syarwito S.Ag (Wito), Pengelola Koperasi Syariah Kurma Bintan, mengatakan, Pohon Kurma adalah pohon yang diberkahi, dan mampu hidup 90 hingga 100 tahun. Kurma yang bisa tumbuh didaerah tropis ialah Kurma jenis KL 1 dan Barhee, yang dikembangkan dengan Kultur Jaringan, dan Thailand adalah salah satu negara di Asean yang meriset pohon Kurma, dengan persilangan agar bisa tumbuh dan berbuah di tanah tropis, termasuk di Indonesia.

Saat ini, sambung Wito, kita akan mengembangkan perkebunan Kurma di kawasan Bintan, diawali dengan areal sekitar 100 Ha, dengan jenis KL 1 dan Barhee, seperti yang juga sudah dilakukan kawasan lain di Indonesia.

“Untuk Kurma jenis Barhee, adalah hasil menelitian kultur jaringan di Inggris, dan bibitnya semuanya betina. Sedangkan untuk jenis KL 1, adalah varietas baru hasil persilangan antara jenis Bargee dengan Deglet Nour yang dikembangkan di Thailand, oleh Prof Sam Lak Juan dari Maejo Univercity. Namun, jenis KL 1 bervariasi, ada yang betina, dan ada yang jantan, sehingga bisa dijadikan untuk penyerbukan,” ujar Wito, di kantornya, belakng Morning Bakery, KM. 8 atas, Jumat, (01/12/2017).

Untuk pengembangannya, menurut Wito, Koperasi yang dikelolanya akan bekerja sama dengan masyarakat Bintan, dengan memberika kesempatan setiap warga untuk memiliki kapling, dengan cara kontan ataupun mencicil.

Nantinya, lanjut Wito, proses penanaman, dan perawatannya akan dilakukan pihak Koperasi, dengan merekrut tenaga yang sudah dididik, yang sudah memahami keseluruhan proses, dari awal hingga panen. Jadi masyarakat tinggal terima hasilnya saja. Dan bagi yang berkemauan untuk belajar diperbolehkan.

Jenis Kurma yang akan di kembangkan ini, sambung Wito, dengan umur 3 (tiga) tahun sudah berbuah, yang diawali denga buah pasir. Hasilnyapun sangat menggembirakan, karena jika dihitung dari harganya, dan dikalikan dengan bobot panen pertahunnya, maka dalam 1 (satu) kapling dengan ukuran 20mx30m, sama dengan 1 (satu) hektar sawit.

“Satu kapling dengan 6 (enam) pohon Kurma, memiliki potensi penghasilan 100 (seratus) juta lebih per Tahun, yakni, sama dengan 1 (satu) Ha (Hektar) sawit,” ungkapnya.

Wito juga menjelaskan, Thailand, sudah membuktikan keberhasilan dan kini banyak petani di Thailand yang menanam Kurma. Selanjutnya di Indonesia, bermula dari perkebunan di Jonggol, kemudian Bogor, dan sekarang juga sudah ditanam di Provinsi Riau.

Wito menerangkan, Perkebunan Kurma juga bisa dijadikan sarana agrowisata, dimana bisa dibangun sarana-sarana lainnya yang menyerupai Timur Tegah. Sebuah kawasan kebun kurma yang dibangun secara berjamaah, tidak hanya meningkatkan ekonomi pemiliknya, namun juga meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan, serta meningkatkan perekonomian umat muslim pada umumnya.

“Ekonomi kita sudah saatnya bangkit, dan mari kita jaga silaturrahmi dan jangan kita berpecah belah. InsyaAllah, Tuhan memudahkan urusan kita,” pungkasnya. (SK-MU)

 

Tags:
banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan