banner 740x400

banner 740x400

PN Tanjungpinang “VONIS TERDAKWA KORUPSI ALKES DINKES LINGGA”

PN Tanjungpinang “VONIS TERDAKWA KORUPSI ALKES DINKES LINGGA”
Kajari Lingga, Puji Triasmoro, menunjukkan kepada awak media, uang korupsi alkes yang dikembalikan. (Foto : Puspandito)

PRESSMEDIA.CO.ID, DABO SINGKEP – Terdakwa kasus korupsi pengadaan Alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Syamsuri, divonis 2 Tahun Penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang dua tahun penjara, dan diwajibkan mengembalikan uang kerugian negara kepada pihak Kejaksaan Negeri Lingga, sesuai dengan audit BPK sebesar Rp 531 Juta, dan uang tersebut langsung disetor ke kas negara oleh pihak Kejaksaan Negeri Lingga, Kamis, (15/06/2017).

Pengembalian uang korupsi kasus Alkes tersebut, disampaikan langsung oleh Kajari Lingga, Puji Triasmoro, kepada awak media di ruang kerjanya.

“Tersangka Syamsuri, divonis majelis hakim 2 tahun penjara, dan harus mengembalikan nilai kerugian negara sebesar Rp 531 juta. Dan tersangka, bersedia mengembalikan uang dengan nilai yang disebut dalam putusan pengadilan kemaren,” ungkapnya.

Terdakwa Syamsuri, dinyatakan terbukti bersalah karena merugikan keuangan negara sebesar Rp 500 juta. Setelah uang dikembalikan oleh terdakwa, pihak Kejari Lingga langsung menyetorkan uang tersebut ke kas negara. Dan vonis dua tahun penjara terhadap terdakwa Syamsuri, dalam persidangan, Rabu, (17/05/2017), lalu, lebih ringan dari tuntutan JPU Lingga yakni 3 tahun penjara.

JPU, Okky Fathoni dan R Ibrahim, menerangkan, total anggaran pengadaan Alkes sarana dan prasarana Puskesmas dan Rumah Sakit Lapangan Dinkes Lingga tahun anggaran 2013 sebesar Rp 2,2 Miliar.

“Menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa,” kata JPU Ibrahim, membacakan tuntutan di hadapan Ketua Majelis Hakim.

Selain itu, JPU mengharuskan terdakwa membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta, subsider 4 bulan kurungan dan pengganti uang kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Terdakwa sebelumnya telah mengembalikan uang Rp 130 juta, hingga tersisa Rp 370 juta yang harus dikembalikan terdakwa.

“Terdakwa harus membayar uang pengganti Rp 370 juta, paling lama satu sebulan sesudah putusan Pengadilan berkekuatan tetap. Jika tidak, maka harta bendanya akan disita. Jika hartanya tidak mencukupi, maka terdakwa akan dipidana penjara selama satu tahun enam bulan,” imbuhnya. (SK-Pus)

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM
banner

banner 728x90

banner

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan