banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

banner 740x400

Polda Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Polda Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia
Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal, ke Negara Malaysia, melalui pelabuhan tradisional Kampung Tua, Teluk Mata Ikan. (Foto : Humas Polda Kepri)


Polda Gagalkan Pengiriman 21 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Jajaran Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia ilegal, Selasa, (6/8/2019), sekira pukul 13.00 WIB.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs S Erlangga, dalam siaran persnya mengatakan, kejadian bermula, Minggu, (4/8/2019) pukul 14.00 WIB, penyidik Ditreskrimum Polda Kepri mendapat informasi akan adanya pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia Illegal ke Negara Malaysia, melalui pelabuhan tradisional Kampung Tua, Teluk Mata Ikan.

Kemudian dilakukan penyelidikan, didapati 21 (dua puluh satu) Pekerja Migran Indonesia sedang berada di dalam Hutan Daerah Kampung Tua, Teluk Mata Ikan, yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Pada pukul 01.00 WIB dini hari, salah satu pengurus yang berinisisal LFH alias FR, menjemput Pekerja Migran Indonesia di dalam hutan dan langsung dilakukan penangkapan kepada tersangka LFH alias FR.

Kemudian penyidik juga dapat mengamankan terhadap pengurus lainya, Inisial RH alias DY, di Kampung Tua, Pantai Nongsa, dan menemukan barang bukti lainnya berupa boat pancung kayu yang akan dipergunakan oleh para pelaku untuk mengirim para Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara illegal ke Negara Malaysia.

”21 korban berasal dari Nusa Tenggara Timur sebanyak 14 orang dan Nusa Tenggara Barat 7 orang,” ujar Erlangga.

Barang bukti yang diamankan, passport atas nama Bahrudin, Nomor Paspor A U240445, paspor atas nama Ahmad Suparlan dengan Nomor Passport : B6817719, Satu Unit Mobil Calya BP 1836 AH, Satu unit Boat Pancung Kayu dengan mesin sebanyak 3 Unit 40 PK Merek Yamaha dan Tiga Unit Handphone.

Selain itu, turut diamankan, uang senilai Rp 1.700.000 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) yang digunakan sebagai dana operasional terhadap Nahkoda dalam hal pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia ke Negera Malaysia.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 81 dan pasal 83 undang-undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang penempatan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri secara illegal, dengan ancaman paling lama selama 10 (sepuluh) tahun kurungan dan denda senilai Rp 15.000.000.000 ( lima belas miliar rupiah). (Wak Zek/R)

Click to rate this post!

[Total: 0 Average: 0]

Tags: , ,
banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

DEWAN PERS - VERIFIKASI MEDIA SIJORI KEPRI.COM

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan