banner 740x400

banner 740x400

Polda Gagalkan Pengiriman Tujuh Wanita Pekerja Ilegal ke Malaysia

Polda Gagalkan Pengiriman Tujuh Wanita Pekerja Ilegal ke Malaysia
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, menggelar konferensi pers tentang pengiriman tujuh Pekerja Migran Indonesia ilegal. (Foto : Humas Polda Kepri)


Polda Gagalkan Pengiriman Tujuh Wanita Pekerja Ilegal ke Malaysia

SIJORIKEPRI.COM, BATAM — Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman 7 (tujuh) wanita Pekerja Migran Indonesia ilegal, Sabtu, (16/11/2019), sekira pukul 19.30 WIB.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Drs S Erlangga, mengatakan, kronologis kejadian, personil subdit 4 bersama subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat yang berada di Manado, bahwa ada 1 (satu) orang calon Pekerja Migran Indonesia ilegal asal Manado yang sedang ditampung di Perum Bambu Kuning, Sagulung, Kota Batam. Diduga akan diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia, Sabtu, (16/11/2019), sekira pukul 15.30 WIB.

Setelah memperoleh informasi tersebut, selanjutnya pada pukul 17.30 WIB tim melakukan penyelidikan, dan benar di lokasi tersebut ditemukan adanya 7 (tujuh) wanita yang akan dipekerjakan di Malaysia sebagai pekerja ilegal, yang sedang ditampung di sebuah rumah milik pelaku yang beralamat di Perum Bambu Kuning, blok B27 No 21, Sagulung, Kota Batam.

Selanjutnya, pada pukul 19.30 WIB tim berhasil menyelamatkan 7 (tujuh) orang korban, dan melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut. Dari hasil pengggeledahan rumah pelaku, ditemukan adanya dokumen-dokumen para korban berupa surat keterangan pengganti KTP dan beberapa buku paspor milik pekerja ilegal yang dititpkan kepada pelaku, karena telah pulang ke daerah asalnya.

Diketahui, bahwa terhadap dokumen keberangkatan PMI ilegal yang sedang ditampung di rumah pelaku sedang dalam proses pembuatan, karena masih menunggu dana yang berasal dari sponsor yang berada di Malaysia.

”Setelah mengamankan korban di rumah pelaku, tim melakukan pencarian, serta penangkapan terhadap pelaku pada pukul 21.00 WIB, yang ditemukan sedang berada di daerah Sei Panas, Batam Center, dan diduga akan melarikan diri dari kota Batam, maka selanjutnya pelaku dibawa ke Kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 7 (tujuh) lembar boarding pass Lion Air, 2 (dua) handphone milik pelaku, 5 (lima) buah kunci rumah milik pelaku, 3 (tiga) lembar surat keterangan milik korban, 2 (dua) lembar foto copy KK milik korban, 6 (enam) buku passport dan 6 (enam) KTP korban.

Pelaku diancam Pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri, dengan ancaman pidana paling lama 10 ( sepuluh tahun penjara dan denda senilai Rp.15.000.000.000 (lima belas miliar rupiah). (Wak Rans/R)

Click to rate this post!

[Total: 1 Average: 5]

Tags: ,
banner 740x400

banner 740x400

banner

banner

banner

banner

banner 740x400

SIJORIKEPRI.COM - TERVERIFIKASI DEWAN PERS

banner 728x90

 

Subscribe

Ikuti Perkembangan berita terbaru dan terlengkap langsung ke email anda, silahkan berlangganan berita kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan